logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 09 Juli 2007 BANYUMAS
Line

JALUR SELATAN

Taruna Hantam Pohon

KUTOWINANGUN - Empat orang luka-luka, setelah mobil Taruna DK-1662-CH yang mereka tumpangi menghantam pohon sono di pinggir jalan Kebumen-Purworejo, tepatnya di Desa Kutowinangun, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen, Sabtu (7/7) sekitar pukul 13.00.

Kendati mengakibatkan kerusakan parah bodi depan mobil merah tua itu, namun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut. Pengemudinya, Thomas (26), luka cukup serius. Dari hasil pemeriksaan medis di PKU Muhammadiyah Kutowinangun, warga RT 1 RW2 Jalan Belong No 19 Depok Jabar itu patah tulang dan luka di bagian kepala.

Tiga penumpang lain luka ringan, yakni Leo Rijandi (26) hanya memar-memar, Kristina (26) lecet-lecet, namun dicurigai patah tulang atas. Salah satu penumpang yang masih balita, Josepa Caroline (3), tidak luka serius.

"Pasien yang cidera di kepala perlu pengawasan 24 jam. Mungkin akan dirujuk ke rumah sakit di Yogyakarta untuk pengobatan patah tulangnya," ujar Dokter Sutrisno yang menangani para korban kecelakaan tersebut.(J19-66)

Ekowisata Belum Optimal

TEMANGGUNG-Kabupaten Temanggung memiliki potensi ekowisata yang luar biasa, akan tetapi hingga saat ini belum dikelola secara optimal. Padahal, selain akan memberikan sumbangan untuk pendapatan asli daerah (PAD), ekowisata juga bermanfaat sebagai upaya antisipasi tingginya derajat pemanasan global.

Hal tersebut dikatakan oleh Profesor Mujiyono, pembicara dalam sarasehan Antisipasi Bencana Lingkungan Akibat Perubahan Iklim di Temanggung yang diadakan oleh Badan Pengelola Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Pemkab, di Graha Bumi Phala Kantor Setda, Sabtu (7/7).

''Potensi tersebut salah satunya adalah gunung Sumbing dan Sindoro. Dua gunung yang jika dipandang dari kejauhan letaknya tampak berdekatan tersebut, hampir tidak ada yang menyamai di daerah lain,''kata dia.

''Karena itu, sangatlah cocok apabila di lokasi itu dapat dibangun rest area berupa villa-vila yang indah untuk disewakan kepada wisatawan,''ujar guru besar IAIN Walisongo Semarang asal Kecamatan Bansari, Temanggung ini.

Dikatakannya, pengembangan ekowisata tersebut bisa memberikan sumbangan bagi antisipasi pemanasan global yang terjadi saat ini. (H24-39)

46 Desa Rawan Air

BANJARNEGARA-Memasuki awal musim kemarau tahun ini, sedikitnya 46 desa di 10 kecamatan diprediksi akan mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih.

Pemetaan tersebut dilakukan Bagian Kesra Setda Banjarnegara, untuk mengetahui dampaknya terhadap masyarakat.

''Berdasarkan data tersebut, kami akan mengajukan bantuan pengiriman atau doping air bersih untuk warga,'' kata Kabag Kesra Kukuh Haryadi, saat ditemui wartawan, Sabtu (7/7).

Sepuluh kecamatan yang tergolong rawan tersebut adalah Kecamatan Pagedongan (5 desa), Bawang (4 desa), Purwonegoro (7 desa), Susukan (11 desa), Purworejoklampok (satu desa), Mandiraja (5 desa), Punggelan (8 desa), Wanadadi (satu desa), Pagentan (3 desa), dan Banjarmangu (satu desa). Pada daerah tersebut, sedikitnya terdapat 347.835 jiwa penduduk atau 57.952 keluarga.

Dia memperkirakan, tak lama lagi wilayah ini bakal memasuki musim kering. Pada saat semacam itu, idealnya dibutuhkan sedikitnya 690 tangki air untuk bisa mencukupi kebutuhan warga. (H25-74)

Pencuri Motor Ditembak

PURWOKERTO-Residivis pencuri motor, Dedy Setyawan Catur Hermawan alias Dedy Sutarman alias Unyil, kemarin sekitar pukul 05.00 ditembak anggota Resmob Polres Banyumas karena saat akan ditangkap berusaha kabur.

Setelah timah panas bersarang di dekat lutut kaki kanannya tersangka tak berdaya. Unyil asal Dusun Pasren, Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap itu ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, Banyumas.

Kasat Reskrim AKP Widada mengatakan tersangka mencuri di berbagai kota. Setelah keluar dari penjara di Pati pada 20 Mei 2007 sudah empat kali mencuri motor di Banyumas dan Cilacap.

''Ia sering keluar masuk penjara karena kasus pencurian motor. Bahkan pernah mencuri mobil,'' jelasnya.

Tersangka sudah menjadi target operasi Polres Banyumas sejak beberapa bulan lalu. Namun ia benar-benar licin karena setelah mencuri langsung kabur.

Dari tersangka polisi menyita empat sepeda motor, yakni tiga Honda Supra dan satu Yamaha Vega. Motor itu hasil kejahatan di Sokaraja dua kali dan Cilacap dua kali.(G23-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA