logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Juli 2007 NASIONAL
Line

Sehat dan Bahagia Ala LBC (2)

Sakit akibat Ketidakseimbangan Sistem

SEMUA orang pastilah memburu bahagia, tetapi tidak semua orang mempu meraihnya. Masalahnya, seringkali bukan karena orang itu tidak bahagia, tetapi justru tidak tahu apa sebenarnya bahagia itu?

Dalam pandangan Load Balancing Concept (LBC), bahagia bukanlah tujuan hidup. Bahagia merupakan akibat dari pemahaman yang benar tentang hidup. Ketika ditanyakan kepada peserta pelatihan LBC, ''Kapan Anda akan bahagia?''

Beragam jawaban mengalir, dan semuanya nyaris tidak seragam. Ada peserta menjawab, ''Nanti kalau anak-anak sudah jadi orang.'' Ada pula yang menjawab, ''Sepuluh tahun lagi kalau sudah punya rumah dan mobil mewah.'' Bahkan ada yang guyonan menjawab, ''Nanti kalau saya sudah jadi menteri keuangan.''

Dengan senyumnya yang khas, Budi Sumadiyo, sang penggagas LBC ini, balik bertanya, ''Siapa yang dapat menjamin anda masih hidup 10 tahun lagi? Dan siapa yang dapat menggaransi kalau Anda pasti bisa meraih keinginan Anda? Semua peserta yang sebelumnya berebut menjawab, kini serentak geleng kepala. ''Lalu, mengapa kita harus menunggu begitu lama untuk bisa meraih bahagia?'' tanya Budi lagi.

Kalau mau bahagia, kata dia, bahagialah saat ini juga. Sebab bahagia tidak menuntut persyaratan dari luar diri kita. Karena Tuhan sudah menganugerahkannya kepada kita. ''Kita sudah memiliki semua yang diperlukan untuk bahagia. Yang diperlukan hanyalah iman dan syukur kepada Tuhan,'' tegasnya.

Untuk bisa meraih bahagia itu, lanjutnya, pastilah orang harus sehat lebih dahulu. Apalagi sehat itu sesuatu yang murah. Yang mahal adalah ketika sakit. Untuk mengetahui, mengapa kita sakit, sama pentingnya dengan mengetahui bagaimana supaya bisa sehat.

Sakit, kata dia, pada dasarnya terjadi karena adanya ketidakseimbangan sistem dalam tubuh. Kondisi ini bisa terjadi akibat faktor fisik maupun metafisik yang berimplikasi pada terganggunya unsur-unsur utama dan mempengaruhi kinerja organ vital tubuh.

Salah satu saja dari semua unsur utama itu terganggu, akan berakibat terjadinya ketidakseimbangan sistem. Ini secara otomatis berdampak langsung terhadap keseimbangan energi dalam tubuh. Energi negatif akan berlebih, sehingga menyebabkan sakit.

Bahkan dalam jangka waktu tertentu dapat berimplikasi pada terganggunya organ vital lain yang bisa berakibat fatal. Penyakit menakutkan, seperti jantung, stroke, hipertensi, diabetes, asma, dan stres merupakan dampak dari ketidakseimbangan sistem yang tidak segera diatasi. (Budi Surono-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA