logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 29 Juni 2007 BUDAYA
Line

Citra "Ekskul" Dicabut Kembali

JAKARTA - Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) mencabut dua Citra untuk sutradara dan film terbaik yang diberikan ke film Ekskul pada Festival Film Indonesia (FFI) 2006. Ketua BP2N Deddy Mizwar menuturkan pencabutan itu berdasar Buku Pedoman dan Pelaksanaan FFI 2006 serta SK 06/KEP/BP2N/2007.

Deddy didampingi Sekretaris BP2N Bakrie dan Ketua Komisi B Djonny Sjafrudin menuturkan ditemukan data yang mengindikasikan terjadi pelanggaran hak cipta dalam Ekskul. Pencabutan itu tak mengurangi kredibilitas serta penghargaan BP2N atas kerja keras Dewan Juri FFI 2006 dan Panitia Pelaksana FFI 2006.

BP2N menyesalkan sikap pihak-pihak yang mengetahui indikasi pelanggaran hak cipta tersebut, tetapi bersikap diam. "Namun mereka mempersoalkan setelah film itu terpilih sebagai film terbaik FFI 2006," katanya.

Produser PT Indika Entertainment, Shanker RSJ, menyatakan bingung atas pencabutan Citra yang diperoleh film yang disutradarai Nayato Fiula itu. "Ini gila. Namun saya tak akan menggugat lewat jalur hukum."

Shanker memang tak mengelaki bahwa score music film produksinya itu diindikasikan menjiplak musik latar film Gladiator, Munich, dan Tae Gu Kie. Namun dia menyatakan telah beriktikad baik dengan menghilangkan musik latar itu ketika ditayangkan RCTI, beberapa waktu lalu.

Noorca Massardi dan Remy Silado, anggota Dewan Juri Film Bioskop FFI 2006, mengemukakan langkah BP2N itu lucu dan tak dapat dimengerti. "Baru kali ini terjadi di dunia, penghargaan yang telah diberikan dicabut kembali. Inilah Republik Indonesia," ujar Noorca.

Dia merasa kerjanya sebagai anggota Dewan Juri FFI 2006 telah disepelekan. Itu pula yang dikemukakan Remy Silado. Namun dia tak mau ambil pusing karena tugas juri telah selesai.(G20-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA