SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 28 Juni 2007

Setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali berkunjung ke Sidoarjo Jawa Timur bahkan sempat berkantor tiga hari di sana, beberapa keputusan konkret diambil untuk mempercepat penanganan korban lumpur Lapindo Brantas. Yang terpenting adalah realisasi pembayaran ganti rugi seperti sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007,

Meskipun Indonesia bukan merupakan tuan rumah tunggal kejuaraan sepak bola Piala Asia 2007, namun kepercayaan yang diberikan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) harus disambut dengan rasa bangga dan persiapan serius. Apalagi kita mendapat jatah menggelar partai final, yang dijadwalkan berlangsung 29 Juli mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno,

SEMINAR "Pro-Kontra Rencana Pembangunan PLTN di Jawa Tengah" digelar Harian Suara Merdeka di Semarang, Rabu (20/6). Pesertanya antara lain dari Batan, Lembaga Penelitian Undip, Litbang ESDM, Masyarakat Rekso Bumi (Marem), Unika Soegijopranoto, Universitas Satya Wacana, dan Persemaian Cinta Kemanusiaan (Percik).

"SEORANG manusia menjadi manusia karena dirinya mengakui orang lain sebagai manusia," kata Desmond Tutu, aktivis antiapartheid Afsel. Di Indonesia muncul istilah memanusiakan manusia. Banyak orang beranggapan, jika ingin dihormati orang lain, kita juga harus menghormati sesama kita. Kalau menghendaki pendapatnya didengar,

ATENSI dan kepedulian pemerintah terhadap kehidupan dan masa depan anak-anak Indonesia tampaknya semakin serius dan memberikan harapan. Perhatian itu setidaknya bisa dibaca dari "Arah Kebijakan Pembangunan Pendidikan 2008" yang mencakup pemerataan dan perluasan akses pendidikan; peningkatan mutu dan relevansi pendidikan; dan pemantapan good governance.

"MAS, minta uangnya buat jajan." Kata-kata itulah, yang selalu dilontarkan kepada saya saat berada di lingkungan kampus. Mungkin hal tersebut wajar jika yang melakukan orang yang sudah tua; tetapi yang selalu saya temui berbeda. Mereka yang meminta-minta itu masih di bawah umur alias anak-anak. Bahkan seringkali ketika mereka sedang asyik bermain,

SEJAK dulu, Kota Solo telah dikenal popular oleh bangsa ini, baik dari sejarah kebudayaan maupun perjuangannya melawan penjajah. Hal itu tidak bisa dimungkiri, terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh perjuangan dan budayawan yang berasal dari Kota Bengawan. Kota itu menyimpan banyak potensi luar biasa di tingkat regional maupun nasional, meski dalam beberapa hal sedikit lambat,

Indonesia adalah negara luas yang memiliki 17.000 pulau di antaranya ada sekian ribu pulau yang masih kosong tak berpenghuni. Mengapa tidak dimanfaatkan ?. Daripada rebutan dengan rakyat, pulau kosong bisa dibangun instalasi militer seperti pusat pendidikan, puslatpur, pusat penelitian senjata, tempat uji coba rudal dan lainnya yang tidak bersinggungan dengan kepentingan masyarakat.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA