logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 Juni 2007 PANTURA
Line

35 Tahun Bekerja Tak Dapat Pesangon

SUASANA haru terlihat ketika pembacaan doa bersama pekerja PT Mahatex sedang berlangsung. Semua pekerja yang berkumpul di tempat itu tertunduk, sambil tangannya menengadah ke atas. Bahkan di antara mereka ada yang meneteskan air mata, mengingat nasib mereka di perusahaan itu belum jelas.

Maisyaroh (54), misalnya, pandangan salah satu buruh PT Mahatex itu sering menerawang ke depan. Tak jarang, perempuan itu mengusap air mata yang meleleh di pipi. Perasaannya seperti tersentuh dengan doa-doa yang dibacakan Mahali, pekerja di perusahaan itu.

Dia mengatakan, kesedihan itu mencul karena hingga kini diperlakukan tidak adil oleh perusahaannya. Betapa tidak, sudah satu tahun lamanya tidak dipekerjakan atau dirumahkan. Ironisnya, ibu enam anak itu tidak mendapat pesangon dari pihak perusahaan. "Padahal saya kerja di sini lebih kurang 35 tahun lamanya, tapi tak mendapatkan pesangon selama dirumahkan," ujar dia.

Dia mengisahkan, kali pertama PT Mahatex berdiri, dirinya sudah bekerja di tempat itu. Hingga anaknya sudah dewasa, tetap mencari nafkah di perusahaan tersebut. Namun tiba-tiba, kata dia, bersama lebih dari 100 pekerja lainnya, dirumahkan oleh pimpinan di tempat kerjanya tanpa diberi pesangon apapun.

"Selama dirumahkan, kami memang pernah mendapat uang dari perusahaan, tapi bukan pesangon," katanya.

Maisyaroh menuturkan, dengan penyelenggaraan doa bersama tersebut, diharapkan semua permasalahan yang terjadi di tempat kerjanya bisa selesai secepatnya. Kemudian, pihak perusahaan akan memberikan tali asih kepada semua pekerja yang dirumahkan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Moch Achid Nugroho, Trias Purwadi-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA