logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 Juni 2007 SEMARANG
Line

Bangun Brak untuk Rawat Tanaman

SALATIGA- Beberapa pekerja dari Desa Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Salatiga sedang membangun brak (peneduh) untuk melindungi tanaman dari panas matahari dan hujan. Tujuan pembangunan tersebut agar tanaman cabe, tomat dan kol yang akan mereka tanam nanti tidak terkena panas secara berlebih. Sebab jika tanaman itu terkena panas berlebih, akan mengurangi kualitas hasil tanaman dan bisa mati. Selain itu, brak tersebut juga untuk melindungi tanah agar tidak terlalu becek pada waktu hujan.

Menurut Supardiyono (36), warga Kecandran, tanaman yang tumbuh di luar seperti di daerah pegunungan, tidak memerlukan peneduh sebab suhu disana sudah dingin walau pun pada siang hari. Berbeda dengan tanaman di dataran rendah, jika tanpa ada peneduh, beberapa tanaman yang tidak kuat panas akan cepat mati.

Supardiyono menjelaskan, untuk membuat brak, dia memilih bahan dari bambu daripada kayu. Sebab, menurut dia, bambu lebih kuat jika berada di sawah dan harganya murah. Untuk satu pohon bambu petung, dirinya hanya membayar Rp 30.000. Dengan menggunakan peneduh tersebut, Supardiyono berharap tanaman akan lebih terawat dan terlindungi dari serangan hama. (J12-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA