| Kamis, 28 Juni 2007 | SEMARANG |
Diusulkan, Kawasan Pendidikan di Jl HadiwijayaDEMAK- Meski jumlah lembaga pendidikan formal maupun nonformal di Kabupetan Demak cukup banyak, daerah yang dikenal sebagai Kota Wali ini belum memiliki kawasan khusus pendidikan. Karena itu, fraktisi pendidikan Drs H Arief Cholil MA mengusulkan agar sepanjang Jalan Sultan Hadiwijaya dijadikan sebagai kawasan pendidikan. Menurut dia, daerah sekitar jalan Sultan Hadiwijaya cukup strategis, karena tidak berada di jalan utama dan aksesnya mudah dijangkau, yakni di jalur tembus atau jalan alternatif. Selain itu, ada sejumlah lembaga pendidikan negeri dan swasta, sehingga tinggal mengembangkan. Jika terbangun kawasan seperti itu, dunia lembaga pendidikan akan berkompetisi secara positif. Selain itu, akan terbangun kerja sama yang baik untuk memajukan sektor pendidikan. ''Saya rasa sudah waktunya ada tata ruang yang demikian,'' katanya di sela-sela peletakan batu pertama gedung SMA Al Ma'arif, Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama di Jalan Sultan Hadiwijaya, kemarin. Acara dihadiri Bupati H Tafta Zani, Wakil Bupati H Muhammad Asyiq, Ketua PCNU H Musadad Syarief, dan Ketua YPNU H Anwar Said. Arief Cholil menambahkan, citra Kota Wali harus memiliki daya saing dengan daerah lain, termasuk sektor pendidikan. Anwar Said mengatakan, di sekitar jalan tersebut cukup baik jika dijadikan sebagai kawasan pendidikan. Bahkan, karena alasan itu pihaknya membangun gedung baru untuk SMA Al Ma'arif di atas tanah seluas 3120 meter persegi. (H1-37) |