| Kamis, 28 Juni 2007 | SEMARANG |
Petani Diminta Batasi Penggunaan AirDEMAK- Musim kemarau yang ditandai dengan kekeringan mengancam ratusan hektare padi di Kabupaten Demak. Menghadapi kondisi tersebut, Bupati H Tafta Zani mengimbau kepada para petani untuk menggunakan air irigasi seperlunya. Meski areal persawahan dekat dengan sungai, mereka diminta tidak memanfaatkan aji mumpung. Hal itu agar sawah di daerah bawah atau utara tetap kebagian air irigasi. ''Masyarakat petani harus bisa membatasi diri, air sungai itu untuk kebutuhan pertanian bersama,'' katanya. Pada saat kekeringan, debit air hampir semua sungai di wilayah tersebut kecil, sehingga jika air tersedot untuk pertanian di wilayah selatan, maka pertanian di Demak utara berpotensi kesulitan pengairan. Sementara, daerah di Kecamatan Guntur, Karangtengah, dan Sayung, ditoleransi membuat bendungan darurat di sungai-sungai yang ada. Di beberapa daerah itu terdapat bendungan yang dibuat warga, karena kesulitan air. Bendungan dimaksudkan agar air sungai tertampung, sehingga bisa dipakai untuk mengairi sawah atau untuk kebutuhan mandi. ''Meski sebenarnya tidak dibolehkan, masih dapat ditoleransi karena untuk kebutuhan pengairan,'' katanya. Dua Model Terhadap daerah yang pertaniannya mengandalkan tadah hujan, lanjut Tafta, akan dikaji langkah untuk penyediaan air. Setidaknya ada dua model penyediaan air yang bisa diterapkan, yakni membuat bendung karet dan embung. Untuk sebagian pengairan sawah di Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Demak Kota, dapat dipenuhi jika bendung karet di Sungai Wonokerto Kali Wonokerto sudah jadi. Setiap tahun pengerjaan bendung karet di tempat itu selalu dianggarkan. Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 12 miliar lebih. Sedangkan untuk daerah yang jauh dari sungai, perlu dibangun embung. ''Saya sudah meminta agar Dinas Pertanian mengkaji daerah mana saja yang memerlukan embung,'' terangnya. Embung dapat membantu penyediaan air untuk pengairan maupun kebutuhan lain. Kasi Pertanian dan Ketahanan Pangan Demak Ir Heru Budiyono MP mengatakan, tahun ini akan dibangun satu embung di Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam. Diperkirakan embung tersebut dapat menampung 600 meter kubik air untuk mengairi sawah seluas 200 hektare. Di sejumlah desa di Kecamatan Mijen mulai kekurangan air, terutama untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Hal ini sumur-sumur warga mulai mengering. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian dari mereka mengambil air dari sungai masih mengalir. (H1-37) |