| Kamis, 28 Juni 2007 | SEMARANG |
Laki-laki Rentan Terserang TBCSEMARANG - Tuberculosis atau yang lazim disebut TBC masih menjadi penyebab kematian nomor satu dari golongan penyakit infeksi. Tidak kurang dari 8 juta - 12 juta muncul kasus baru, dan 2 juta - 3 juta orang meninggal tiap tahunnya. "Laki-laki memiliki kemungkinan terserang lebih besar dibandingkan perempuan,'' kata Dr dokter Sri Andarini Indreswari MKes, Rabu (27/6) di kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Sri menjelaskan jumlah penderita TBC laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Dari penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah sampel, 54,8% merupakan laki-laki dan 45,2 adalah perempuan. "Ini terjadi akibat pengaruh genetik yang dimiliki laki-laki,'' kata dosen Fakultas Kesehatan Udinus itu. Disamping itu, faktor umur juga mempengaruhi kemungkinan seseorang untuk tertular. Mereka, kata dia, yang tergolong lansia dan balita sangat rawan terhadap serangan TBC. "Daya tahan tubuh yang dimiliki balita belum terbentuk sempurna, sementara pada lansia, daya tahan tubuhnya cenderung menurun. Hal itu yang membuat mereka gampang terserang,'' kata Sri. TBC sendiri tergolong penyakit yang gampang sekali menular. Orang yang berbicara dengan penderita kemungkinan bisa terserang. "Dengan dipengaruhi beberapa faktor, penyebarannya bisa terjadi dalam waktu yang cepat,'' ujarnya. Kepadatan penduduk menjadi salah satu faktor yang mempercepat penularan. Ini disebabkan karena pada daerah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi, kontak langsung satu sama lain sangat mungkin terjadi. Para penderita biasanya memiliki berat badan kurang. Berat badannya 20% di bawah normal. (H31,H11-18) |