| Kamis, 28 Juni 2007 | SEMARANG |
Perbaikan Jalan Dimulai Pekan IniSEMARANG - Sejak awal pekan ini, DPU Kota Semarang memulai perbaikan sejumlah ruas jalan rusak. Perbaikan difokuskan pada ruas jalan yang rusak parah dan padat arus lalu lintasnya. Kepala DPU Kota Semarang Achmad Kadarisman menjelaskan, pelaksanaan perbaikan itu menggunakan dana operational maintenance (OM) 2007. Perbaikan bisa dilakukan karena proses lelang pengadaan lapisan perkerasan atas (LPA) dan aspal telah selesai. Untuk perbaikan itu, kata Kadarisman, dikerahkan empat kelompok yang bergerak di wilayah berbeda. Rabu (27/6), dua grup fokus pada penyelesaian jalur lambat MT Haryono, dua lainnya menggarap Jalan Hasanuddin dan pelataran Museum Mandala Bakti. ''Fokus penggarapan saat ini untuk ruas jalan di tengah kota. Terutama jalan rusak parah dan lalu lintasnya padat. Setelah itu, baru mengerjakan jalan-jalan di perkampungan yang diajukan masyarakat,'' terang Kadarisman. Dikatakannya, dana yang dialokasikan untuk pembelian LPA dan aspal mencapai Rp 3 miliar. Dalam APBD 2007, tercatat dana OM DPU Rp 5,9 miliar, dengan alokasi pembelian LPA, material, beton bertulang, dan berbagai keperluan lainnya. Pantauan Suara Merdeka di lapangan, perbaikan dilakukan di sejumlah ruas jalan. Pada Selasa (26/6), para pekerja memperbaiki ruas Jalan Menoreh Raya, Jl Kelud Raya, serta kawasan Jatingaleh. Pada saat sama, para pekerja dari kelompok lainnya menggarap jalur lambat MT Haryono, mulai dari bundaran Bubakan menuju perempatan Bangkong. Tiga Kategori Kasubdin Prasarana Jalan DPU Ir Nugroho Joko Purwanto MT melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pemeliharaan Jalan, Arif Dwi Haryono mengatakan, perbaikan jalan difokuskan pada daerah yang rusak parah dan padat lalu lintasnya. Seperti Jl Hasanudin, Jl Kelud Raya, dan Karangrejo. "Proses perbaikan di tiga lokasi tersebut sudah selesai," kata dia. Dia menjelaskan, jenis kerusakan jalan yang diperbaiki ada tiga kategori, yaitu ringan, sedang, dan berat. Jalan dikategorikan rusak ringan kalau terdapat lubang-lubang kecil di sejumlah titik. Sedangkan rusak sedang yakni hampir separo jalan dipenuhi lubang tidak terlalu besar. Kemudian rusak berat yaitu, badan jalan dipenuhi lubang-lubang besar dan dalam yang dapat menyebabkan ketersendatan arus lalu lintas. "Jalan Hasanudin dan Jl Ronggowarsito termasuk kategori rusak berat," katanya. (H9,H36-56) |