| Kamis, 28 Juni 2007 | SEMARANG |
Paving Tak Cocok untuk Jalan RayaSEMARANG - Permukaan jalan di Kota Semarang yang lapisan atasnya berupa paving, seperti di kawasan Kota Lama dan depan Stasiun Tawang mudah rusak. Hal itu akibat sering dilalui kendaraan berat semacam bus dan trailer. "Paving lebih cocok untuk trotoar, jalan di perumahan, kampus, taman, area parkir mal, kantor, pabrik, halaman sekolah, hotel, serta restoran. Bukan untuk jalan yang dilalui kendaraan berat semacam bus dan truk," kata Ir Rachmat Mudiyono MT PhD dalam Forum Doktor yang digelar di Biro Rektor Unissula, Rabu (27/6). Menurutnya, paving yang merupakan produk bahan bangunan sebagai salah satu alternatif penutup atau pengerasan permukaan tanah, lebih cocok untuk jalan di permukiman, bukan yang dilewati berbagai jenis kendaraan. "Sebaiknya, kendaraan yang melintas pada jalan berpaving, bermuatan tidak lebih dari satu ton. Tetapi, kenyataannya di Kota Semarang jalan tersebut justru digunakan untuk melintas kendaraan besar dan bermuatan berat, seperti truk pasir, trailer, dan buldozer berantai besi." Dikatakan, di negara-negara maju, paving yang terbuat dari semen digunakan pada area khusus, seperti pelabuhan peti kemas dan bandara. Namun, di sana memakai paving yang mempunyai spesifikasi khusus. Rachmat menambahkan, keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan paving antara lain mempunyai kekuatan dan ukuran sama, mudah dibongkar pasang, tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasangnya, tahan terhadap api dan tumpahan minyak, serta tidak memerlukan bahan tambahan seperti aspal atau bahan lain yang harganya cukup mahal. "Selain itu corak dan warna paving dapat dipakai sesuai keadaan dan bangunan yang ada di sekelilingnya," tambahnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, pada jalan yang padat lalu lintas, tetap diperlukan aspal atau beton. Karena kedua bahan itu cocok untuk segala jenis kendaraan berat. "Namun yang terpenting tetap memperhatikan sistem drainase di sekitar jalan. Sebab baik paving, aspal, maupun beton jika selalu tergenang air lama-lama juga akan rusak," kata dia. (H36-62) |