| Kamis, 28 Juni 2007 | SEMARANG |
Perampok Ternyata Cucu KorbanSEMARANG- Dalang perampokan di rumah milik dokter Harbandinah Pitojo (62), warga Jl Amarta No 10 RT 2 RW 3, Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, ditangkap petugas Unit Jatanras Polwiltabes Semarang, Selasa (26/6) sekitar pukul 21.30. Pelaku bernama Slamet Winoto (25), warga Jl Poncowolo II Nomor 619, Kelurahan Pindrikan Lor, Semarang Tengah. Pelaku tak lain adalah cucu korban, Karolina (77), pembantu rumah tangga di rumah tersebut. Penangkapan tersebut tak lebih dari enam jam usai kejadian pukul 13.30. Slamet yang biasa dipanggil Winoto itu, ditangkap saat apel di rumah teman wanitanya, Ira (32), yang tinggal di Jl Satria Raya, Kelurahan Plombokan, Kecamatan Semarang Utara. "Penangkapan salah seorang perampok ini berkat kerja keras anggota tim yang didukung informasi masyarakat. Dari hasil pemeriksaan sementara, otak perampokan itu memang mengarah ke Winoto. Tetapi, itu akan jelas jika semua pelakunya tertangkap," kata Kapolwiltabes, Kombes Guritno Sigit Wiranto MBA, Rabu (27/6). Menurut dia, polisi juga sudah mengantongi identitas empat pelaku lain yang beraksi di rumah dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro itu. Pihaknya kini tengah memburu keberadaan empat pelaku yang ditengarai masih berada di Semarang. Selain Winoto, polisi juga mengamankan mobil Suzuki Carry warna merah H-8964-TY. Mobil yang kini dijadikan barang bukti di Mapolwiltabes itu, digunakan para pelaku dalam melakukan aksinya. Semula para saksi mengatakan, mobil yang digunakan perampok adalah Daihatsu Hijet. Dari hasil pemeriksaan sementara, perampokan tersebut dilatarbelakangi kejengkelan Winoto terhadap terhadap neneknya, Karolina. Pelaku selama ini memendam dendam kepada korban lantaran selalu dibedakan dengan cucu lainnya. Hingga akhirnya, dia merencanakan perampokan bersama empat rekannya. Pelaku berhasil menggasak uang Rp 1,3 juta, dua cincin emas dengan berat masing-masing 8 gram, dan enam cincin emas masing-masing seberat 5 gram. Terungkapnya Winoto sebagai pelaku sekaligus dalang perampokan tersebut tak lepas dari informasi yang didapat dari Karolina. Warga Jl Poncowolo II No 622 RT 8 RW 6, Kelurahan Karangayu, Semarang Barat, yang disekap rekan kerjanya Dina Paela (62) itu, mengaku mengenali ciri-ciri beberapa di antara pelaku. Salah satunya adalah cucunya sendiri. Berbekal keterangan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, Winoto yang sehari-hari bekerja sebagai sopir mobil rental itu diringkus di rumah Ira saat sedang apel. Kejanggalan Kapolres Semarang Barat AKBP Hari Prasodjo menyatakan, saat melakukan olah TKP, petugas menemukan beberapa kejanggalan. Pelaku diduga sudah mengenal baik lokasi karena mengetahui tempat penyimpanan perhiasan korban. Selain itu, di atas meja di dalam kamar Wawan, anak pemilik rumah ada cincin emas, namun tidak diambil pelaku. "Berdasar olah TKP itulah, polisi mencurigai pelakunya orang dekat karena telah mengenal lokasi dengan baik." Berdasar itulah, petugas gabungan Satreskrim Polwiltabes Semarang dan Polres Semarang Barat mengembangkan penyelidikan. Polisi juga meminta keterangan Danang Nata Karibo (29), warga Jl Abimanyu 7. Pasalnya, menurut Kapolres, tiga jam sebelum perampokan, Winoto mendatangi rumah Danang, yang kini dijadikan saksi kasus tersebut. Kepada Danang Winoto meminta bantuan agar meminjam mobil Carry milik Bowo, kakak Winoto. Dengan alasan hendak dipakai jagong ke Solo. Winoto berpesan, agar Danang tidak mengatakan mobil itu digunakan dirinya. Rupanya, mobil itulah yang digunakan para pelaku untuk merampok. (H21,H23,D12-18) |