| Kamis, 28 Juni 2007 | SEMARANG |
Pedagang Datangi DPRD
BALAI KOTA- Puluhan pedagang Pasar Karangayu, yang biasa berjualan di lantai bawah, Rabu (27/6) mendatangi kantor DPRD di kompleks Balai Kota. Kepada anggota DPRD Kota, para pedagang itu mengadukan nasibnya karena dua minggu belakangan tidak bisa berjualan, semenjak Dinas Pasar melakukan penertiban. Eko Budi (34) pedagang Pasar Karangayu menyatakan, sejak penertiban itu, dia bersama 300 pedagang lain yang menempati lantai bawah tidak bisa berjualan. Sebab, mereka tidak tertampung di lantai dua pasar itu, yang digunakan Dinas Pasar untuk ''merelokasi'' pedagang. Sementara di lantai bawah yang sebelumnya mereka tempati, sudah dijadikan lahan parkir kendaraan. Eko menambahkan, Dinas Pasar selalu beralasan para pedagang tidak memiliki izin berjualan. Padahal, dirinya dan juga para pedagang telah berjualan selama 10 tahun di pasar tersebut. ''Selama sepuluh tahun itu, kami selalu dimintai retribusi, uang kebersihan, dan pungutan keamanan. Apa itu tidak berarti kami dianggap legal?'' Senada, Asih (30) mengatakan, akibat kondisi semacam itu membuat dia menganggur. Dagangannya berupa pakaian terbengkelai di rumah karena tak memperoleh tempat di pasar. Dia berharap anggota DPRD membantu penyelesaian persoalan. Anggota Komisi B DPRD Kota, Fatkhurrahman mengatakan, tuntutan pedagang lebih baik disampaikan tertulis. Kemudian diteruskan ke Dinas Pasar. Hal itu akan lebih mudah bagi Dinas Pasar merumuskan persoalan dalam mencari pemecahan. "Yang punya wewenang Dinas Pasar. DPRD hanya memfasilitasi." Untuk Parkir Kepala Dinas Pasar Kota, Tomy Y Said mengatakan, sampai saat ini sedang menata lantai dua Pasar Karangayu. Karena lantai dua tidak memuat semua pedagang dari lantai bawah maka hanya sebagian pedagang yang menempati lantai dua. Dikatakannya, lantai dasar yang sebelumnya digunakan pedagang, kini dimanfaatkan lahan parkir. Konsep penataan Pasar Karangayu hampir sama dengan Pasar Bulu, yang terlebih dulu dilakukan. "Setelah pelataran Pasar Bulu kembali untuk parkir, pembeli yang datang ke sana makin nyaman. Pasar terlihat rapi, bersih, dan tidak kumuh. Kondisi serupa kami harapkan terjadi di Pasar Karangayu," kata Tommy. (H9,H12-56) |