| Kamis, 28 Juni 2007 | EKONOMI |
Perusahaan Swasta Beri Kontribusi Besar pada PDBJAKARTA-Berdasarkan data BPS, perusahaan keluarga di Indonesia merupakan perusahaan swasta yang mempunyai kontribusi besar terhadap PDB mencapai 82,44 persen. Sayangnya, bisnis keluarga justru rentan bangkrut di generasi ketiga akibat krisis di dalamnya. Demikian diungkapkan General Manager Bussiness Development The Jakarta Consulting Group Patricia Susanto di Hotel Le Merridien, Jakarta Pusat Rabu (27/6). ''Perusahaan keluarga sangat potensial untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk sektor usaha kecil dan menengah. Namun pola gaya hidup yang berbeda antargenerasi menjadi penghalang utama. Generasi pertama atau founder memiliki gaya hidup yang sangat berbeda dengan cucunya sebagai generasi ketiga. Akibatnya suksesi perusahaan pun terhambat,'' paparnya dalam acara peluncuran buku The Jakarta Consulting Group on Family Business. Hasil survei menunjukkan 78 persen perusahaan keluarga di Indonesia dipegang pendiri, sementara generasi kedua dan seterusnya hanya 15 persen dan tujuh persen saja. Survei dilakukan terhadap 87 perusahaan keluarga di Indonesia yang mempunyai pendapatan Rp 50 miliar ke atas atau katagori perusahaan menengah ke atas. Direktur The Jakarta Consulting Group, AB Susanto menambahkan, hambatan perusahaan keluarga juga terkait dengan pertentangan nilai keluarga dengan nilai bisnis. ''Nilai keluarga terkait segi emosional, tapi di sisi lain, aspek bisnis menekankan cost and benefit.'' Karena itu menurut dia, perusahaan keluarga harus mempunyai manajemen yang baik untuk menyeimbangkan kedua aspek itu agar profesionalisme perusahaan terjaga. (J10-33) |