| Kamis, 28 Juni 2007 | EKONOMI |
Yamaha Menelikung di Pasaran (1)Mio, Momen Kebangkitan Motor MaticSejarah mengukir prestasi emas, ketika untuk kali pertama pasar sepeda motor menempatkan Yamaha sebagai leader di pasaran. Sejumlah dealer Yamaha sampai sempat kewalahan menyediakan stok, ketika pasar mendadak booming. Seperti dialami dealer Yamaha Mataram Sakti yang kini memimpin market Yamaha di wilayah Jateng dan DIY. Berikut catatan Suara Merdeka di seputar kiprah dealer ini menembus kerasnya persaingan pasar. SELAMA puluhan tahun, masyarakat di negeri ini seperti disodori dengan dua pilihan saat harus mengeluarkan kocek untuk membeli sepeda motor. Yamaha atau Honda. Dan selama puluhan tahun pula, Yamaha kurang dilirik. Maka nyaris sulit dipercaya, ketika akhirnya Yamaha berhasil menelikung di persimpangan pasar. Tentu saja ini bukan sebuah fakta yang tanpa perencanaan matang. Sebagai pemegang merek besar, Yamaha telah membuat strategi pasar yang tepat. Diawali ketika sejumlah produsen sepeda motor China dan Taiwan, nyaris secara bersamaan masuk ke pasaran. Pasar yang kala itu terlihat jenuh mendadak bergairah dan persaingan pun kian kompetitif. Namun peta pasar itu, tidak berlangsung lama, karena perlahan motor China (mocin) secara alamiah berguguran dan tinggallah merek lama yang semakin kokoh. Ada yang menarik dari masuknya mocin, yakni mulai maraknya motor metic. Selama pasar digelontor produk motor China, mendadak metic berhasil merebut hati konsumen. Namun pasar tetap saja milik para pemain lama. Maka ketika Yamaha ikut bermain di pasar metic dengan keluarnya Mio, nyaris pasar mendadak booming. Mio yang begitu fenomenal itu, dalam kurun waktu tertentu masuk pasar tanpa berbendung produk lain. Bahkan produk metic dari mocin pun mundur teratur, karena kalah bersaing. Dengan bekal imej produk Yamaha yang begitu moncer, Mio membangkitkan semangat pasar atas jenis produk lain, seperti Yamaha Vega,Yupiter Z, Yupiter MX maupun jenis sport (Scorpio dan V-ixion). Edukasi Beberapa varian baru yang muncul, kata General Manager Yamaha Mataram Sakti (YMS) A Wiwik Handoyo, bukan saja telah menambah imej positif, tetapi juga mampu mengubah perilaku pasar. Apalagi kemudian disertai dengan strategi produksi yang pas. Lewat strategi itu, Yamaha kini menguasai pasar di berbagai varian. Dia menyebut tipe matic yang berhasil mengedukasi pasar lewat Mio. "Mio yang saat ini memberikan share penjualan Yamaha sampai 25 persen ini, benar-benar telah mengedukasi masyarakat tentang segmentasi konsumen, teknologi, mudah dikendarai (praktis), harga terjangkau, dan layanan purna jual," katanya didampingi Manajer Promosi Hady Sanjaya dan staf Ririn. Lewat edukasi inilah akhirnya, penjualan Mio dan produk Yamaha lain, sempat booming. Tipe lainnya untuk Low Price Model (LPM) berhasil menyumbang 35 persen dari total penjualan Yamaha. Di kelas ini, terdapat jenis Yamaha Vega, Honda Supra Fit, dan Suzuki Smash. Kemudian di tipe standar yang menyumbang kontribusi penjualan 25 persen, terdapat jenis Yupiter Z, kelas premium ada Yamaha MX dan kelas sport (Scorpio dan V-ixion). Yamaha Mataram Sakti sendiri, menurut dia, berhasil mendongkrak penjualan Yamaha. Apalagi dengan adanya dukungan optimal dari ATPM. "Kami telah menerapkan standar sistem kerja untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen melalui tiga misi, customer, community dan satisfaction," katanya. YMS, lanjutnya, tidak hanya fokus pada pelayanan pada customer. Namun di lingkup komunitas Yamaha sendiri harus bisa memberikan pelayanan yang baik antar bagian. Kemudian mengembangkan sistem teknologi informasi, melakukan pembenahan fasilitas pelayanan konsumen secara terus menerus dan meningkatkan kualitas SDM. Pembenahan dilakukan dengan perbaikan fasilitas pelayanan purna jual. Selama ini, lanjutnya, YMS telah menerapkan manajemen team work yang mengharuskan tiap bagian bersinergi terhadap bagian yang lain. Efeknya, segala sesuatu yang dilaksanakan disesuaikan dengan perkembangan dan hasilnya memuaskan. (Budi Surono-33) |