| Kamis, 28 Juni 2007 | EKONOMI |
Transaksi Emas Masih StagnanSEMARANG-Tingginya harga, membuat transaksi perdagangan emas terlihat masih stagnan. Kalau pun terjadi peningkatan transaksi, relatif belum signifikan. Padahal memasuki musim liburan sekolah dan tahun ajaran baru, biasanya transaksi marak. "Penjualan emas stagnan. Padahal biasanya banyak yang jual, tetapi ini kok masih biasa-biasa saja," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (Apepi) Semarang, Bambang Yuwono, Rabu (27/6). Stagnasi terjadi, karena meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk keperluan sehari-hari, sekolah, dan rumah tangga. Dari pantauan di sejumlah toko emas di Kranggan, pengunjung tampak memadati beberapa pertokoan emas dan melakukan transaksi. Ramainya pengunjung ini, menurut pemilik Toko Emas Merak di Kranggan, Agus Setyawan, masih dalam batas normal, bahkan cenderung turun. Akibat daya beli masyarakat yang semakin rendah. "Masyarakat cenderung bertindak hati-hati, jika tidak benar-benar butuh, mereka tidak akan melepas barang sembarangan." Harga emas saat ini memang tidak dapat diprediksi, karena beberapa faktor, yaitu kurs rupiah terhadap dolar dan harga emas dunia yang kemarin (Rabu-Red) mencapai 642 dolar AS per troy ounce. "Faktor politik juga cukup berpengaruh terhadap naik turunnya rupiah, seperti citra Presiden SBY yang belakangan mulai turun," ungkap Bambang yang juga pemilik Toko Emas Dewi Sri ini. Sementara itu, Jumari, makelar emas yang sudah 23 tahun mapan di kawasan Kranggan mengungkapkan, tidak seperti tahun lalu, memasuki tahun ajaran baru kali ini, penjualan emas memang sepi. (J14-33) |