logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 Juni 2007 EKONOMI
Line

NPL Perbankan Naik 4,99 %

UNGARAN-Kredit macet atau NPL Perbankan di Jateng mengalami kenaikan dari 2,8 % (tahun 2006) menjadi 4,99 %. Kenaikan NPL itu perlu diwaspadai, karena hampir semua bank di Jateng mengalaminya.

Demikian disampaikan Direktur Bank Indonesia (BI) Semarang Amril Arief saat memberi sambutan dalam pembukaan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Tabungan Negara (BTN) Ungaran, Rabu (27/ 6). Peresmian kantor baru ini dilakukan Plt Bupati Semarang Hj Siti Ambar Fathonah sekaligus sebagai nasabah pertama yang membuka rekening.

"Kenaikan NPL ini dipicu menurunnya daya beli masyarakat paska kenaikan harga BBM akhir 2005. Untuk itu Perbankan perlu menjaga prinsip kehati-hatian dan tidak asal memenuhi target saja dalam memberikan kredit. Pemberian kredit harus dipantau agar penyalahgunaan kredit bisa ditekan," katanya kemarin.

Meski demikian, menurut dia, bank merupakan badan bermuka dua, karena di satu sisi harus hati-hati dalam menyalurkan kredit, di lain sisi harus menjadi pelopor dalam pemberian kredit untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Terkait keberadaan Bank BTN, dia menilai, kinerjanya sangat bagus sebab memiliki tujuan yang jelas dalam menyalurkan kredit, yakni perumahan.

Tiga Strategi

"Tapi saya berpesan dalam menyalurkan kredit di Ungaran ini, BTN tetap harus hati-hati dan memperhatikan lingkungan. Karena Ungaran sebagai penyangga Kota Semarang," jelasnya. Budi Hartono Kepala Cabang Bank BTN Semarang menjelaskan, NPL BTN hingga akhir Mei 2007, mencapai 2,4%. Pada periode Desember 2006 NPL mencapai 1,9 %. "Untuk mencegah kredit macet, Bank BTN melakukan berbagai strategi, di antaranya melakukan kerja sama dengan pemerintah maupun perusahaan untuk melakukan pemotongan gaji, autodebet bagi nasabah yang memiliki tabungan, dan penagihan langsung ke nasabah," tegasnya.

Menurut Budi, tiga cara itu cukup efektif dalam menekan kredit macet. Berdasar keterangannya hingga akhir Mei, penyaluran kredit telah mencapai Rp 65 miliar. Angka itu menurun dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 70 miliar.

Ditunjuk sebagai Kepala KCP BTN Ungaran adalah Cucu Kuryati. Acara itu juga dihadiri Kepala Divisi Pemasaran Ritel Kantor Pusat BTN Rinna M Lidyana.

Sedangkan Ketua REI Jateng Ir Sujadi menilai Ungaran sebagai wilayah menarik untuk perumahan. "Soal Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) tentu sudah diperhatikan semua pihak, agar tak terjadi banjir di Kota Semarang," terangnya. (H14-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA