| Rabu, 27 Juni 2007 | SALA |
48 Siswa Gagal Ikut Ujian Paket B
KLATEN - Sebanyak 48 siswa SMP Muhammadiyah I Klaten dan SMPN Kemalang gagal mengikuti ujian Kejar Paket B (setingkat SMP/MTS). Pasalnya, mereka terlambat mendaftarkan diri ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Batas akhir pendaftaran adalah Minggu (24/6) lalu. "Saya sudah mencoba melobi Pemprov Jateng agar mereka bisa ikut, tapi hasilnya nihil. Jadi mereka harus ikut pada ujian tahap kedua," ujar Kasi Pendidikan Masyarakat Dinas P dan K, Drs Totok Wihartanto. Diduga mereka terlambat mendaftar karena proses di sekolah tidak lancar. Padahal, sebelumnya sudah ada sosialisasi yang menjelaskan bahwa mereka yang tidak lulus UN bisa mengikuti ujian Kejar Paket B pada tanggal 26-28 Juni. Sampai batas akhir pendaftaran, mereka belum juga memasukkan data diri. Barulah Senin (25/6) lalu, mereka mendaftarkan diri dengan diwakili kepala sekolah masing-masing. Namun, pihak provinsi tetap menolak mereka untuk ikut ujian Kejar Paket B. Bagaimanapun juga, ke-48 siswa itu masih bisa mengikuti ujian Kejar Paket B gelombang kedua, September mendatang. "Pendaftaran akan dilakukan akhir Juli. Jadi tidak masalah," lanjut Drs Totok. Dia menegaskan, mereka takkan terlambat masuk SMA atau sekolah sederajat. Sebab, khusus peserta ujian Kejar Paket B masih boleh diterima di jenjang pendidikan SLTA, sekalipun hasil ujiannya menyusul. Semua Ikut Humas panitia ujian Kejar Paket B, Moch Isnaeni, menyatakan dia merasa aneh atas keterlambatan ke-48 siswa itu mendaftarkan diri. "Jarak SMP Muhammadiyah kan hanya 200 meter dari Kantor Dinas P dan K," ujar dia. Seluruh peserta ujian Kejar Paket B tercatat 742 siswa. Ujian digelar mulai Selasa (26/6) kemarin hingga Kamis (28/6) di kampus Unwidha. Mereka berasal dari 94 sekolah. Ujian itu diikuti pula oleh 280 siswa Program Kejar Paket B Reguler. Ujian hari pertama, kemarin, molor. Keterlambatan terjadi, karena kartu ujian baru datang dari Pemprov Jateng, Senin lalu. Padahal, semestinya kartu ujian sudah dipegang peserta saat mereka hadir di lokasi ujian. "Kami sudah berupaya mempercepat pembagian kartu, dengan lembur semalaman, Senin lalu. Nyatanya, pembagian belum juga beres," lanjut Totok. Dari total 1.022 peserta - eks siswa tak lulus UN dan Kejar Paket B reguler - semuanya ikut ujian. (H34-58) |