| Rabu, 27 Juni 2007 | OLAHRAGA |
Aremania Bantu Lucky Rp 25 JutaMALANG- Solidaritas tinggi dari Aremania terhadap mantan manajer sekaligus pendiri Arema Malang, Ir Lucky Acub Zaenal, kemarin diwujudkan dengan pemberian bantuan uang senilai Rp 25 juta. Uang itu diharapkan bisa meringankan proses pengobatan Lucky yang menderita sakit gangguan saraf mata. Bantuan itu merupakan bagian dari hadiah yang diterima suporter Arema ketika meraih predikat suporter terbaik Liga Indonesia 2006 senilai Rp 75 juta. Hadiah itu sudah lama menginap di kas PSSI. Penyebabnya, untuk pengiriman dibutuhkan rekening tetap penerima, sementara Aremania tidak punya rekening. Akhirnya hadiah itu di-kirimkan lewat rekening manajemen Arema. Usai mengambil dana itu dari sekretariat Arema, beberapa perwakilan Aremania langsung menuju rumah Lucky. Dana senilai Rp 25 juta itu diserahkan oleh Abah Slamet dan Marheis, perwakilan Aremania. Lucky dianggap sangat layak menerima dana tersebut, apalagi kondisi kesehatannya saat ini amat memprihatinkan. Lucky tak kuasa menahan tangis. Apalagi, Aremania benar-benar berharap dana yang diambil dari total hadiah Rp 75 juta itu bisa membantu proses penyembuhannya. "Peranan, pengorban-an, dan apa saja yang dilakukan oleh Sam Ikul (mak-sudnya Mas Luki-red) untuk Arema tidak bisa dinilai dengan apa pun. Jadi tidak salah kalau kami menyisihkan hadiah ini untuk Sam Ikul," ujar Abah Slamet. Aremania memang sering menggunakan bahasa walikan terbalik untuk membangun keakraban, termasuk menyebut julukan Arema dengan Ongis Nade (Singo Edan-red). Disambut Haru Kehadiran Aremania disambut haru dan tangis Sam Ikul yang sudah tidak lagi bisa melihat. Dia tidak menyangka Aremania masih ingat dengannya meski sudah tidak lagi menangani skuad Arema Malang. ''Kami berharap, Sam Ikul bisa menerima tali asih ini. Kami juga mohon Sam Ikul tidak melihat berapa besar tali asih ini. Ini tidak ada nilainya dibanding perjuangan Sam Ikul agar Are-ma bisa menjadi tim besar,'' tambah Marheis.(jo-40) |