logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Juni 2007 MURIA
Line

Blora Dijadikan Cluster Hutan Jati

BLORA - Kepala Perum Perhutani Unit I Jateng, Haryono Kusumo menyatakan, Kabupaten Blora dijadikan daerah kawasan (cluster) hutan jati (Tectonia grandis) andalan. Alasannya, kualitas kayu jatinya lebih baik daripada daerah lain di Jateng.

Dia menyatakan hal itu saat memberikan sambutan serah terima jabatan administratur KKPH Perum Perhutani Randublatung, Blora di pendapa rumah dinas bupati, kemarin.

Administratur/KKPH Perum Perhutani Randublatung, Satriyo Joyo Adikusomo diganti Hari Priyanto, yang sebelumnya menjabat administrator KKPH Perum Perhutani Banten. Pejabat lama selanjutnya mendapat tugas baru sebagai manajer KBM Pemasaran Kayu Unit II Perum Perhutani Jatim di Bojonegoro.

Menurut Haryono Kusumo, Perum Perhutani Unit I Jateng sebelumnya menanam pohon jati di sejumlah kawasan hutan di Jateng. Setelah diteliti, kualitas kayu jati dari wilayah Blora, lebih bagus daripada daerah lain.

"Sebaik-baiknya kayu jati di kabupaten lain, masih kalah bagus kualitasnya dengan kayu jati dari Blora," ujarnya.

Dia mengatakan, pengembangan cluster hutan yang menjadi kewenangan Perum Perhutani kini dikelompokkan menjadi tiga. Yaitu cluster hutan jati, hutan pinus (Phinus mercusii) dan cluster fast growing species (FGS) seperti sengon (Albizzia chinensis) dan akasia (Acacia auriculiformia).

"Untuk cluster hutan jati, itu di daerah timur, mulai dari Purwodadi sampai Blora," tandasnya.

Lahan Kosong

Lebih lanjut Haryono Kusumo mengemukakan, pihaknya berkeinginan mempercepat program Perhutani Hijau 2010. Menurutnya luas lahan kosong di kawasan hutan Perhutani Jateng mencapai 84.000 hektare. Jika sebelum percepatan luas lahan kosong yang akan dihijaukan 2007, 25.000 hektare diubah menjadi 72.000 hektare.

"Kami optimistis sebelum 2010, seluruh lahan kosong di kawasan hutan di Jateng akan hijau kembali dengan berbagai tanaman," ujarnya. (H18-54)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA