logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Juni 2007 SEMARANG
Line

Semarang Dinilai Cukup Bersih

  • Komitmen Pemberantasan Korupsi

SEMARANG- Komitmen pemberantasan korupsi di Kota Semarang dinilai cukup baik. Dari survei Transparency International (TI) Indonesia terhadap pelaku usaha dari perusahaan-perusahaan transnasional, menunjukkan hal itu.

Manajer Program TI Indonesia, H Yulianto, dihubungi kemarin mengatakan, indeks persepsi korupsi atau IPK di tahun 2006 di 32 kabupaten/kota menunjukkan, Kota Semarang menempati urutan ke-9, setelah Palangkaraya, Wonosobo, Pare-pare, Tanah Datar, Yogyakarta, Solok, Kupang, dan Padang.

"Saya tidak tahu kenapa baru-baru ini diklaim Kota Semarang sebagai nomor tiga terbaik. Karena dari data TI Indonesia, tidak demikian. Tertinggi adalah Palangkaraya dengan IPK 6,61 dan Semarang IPK-nya 5,28. Makin tinggi nilainya makin baik," kata Yulianto, dihubungi dari Semarang.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Semarang Mahfudz Ali dalam sebuah diskusi di Gedung DPRD Jateng, Sabtu (23/6), membeberkan, dirinya kedatangan dua tamu dari TI. Tamu itu adalah Yulianto sendiri dan seorang Prancis (pengurus Tranparency International). Wawali menyatakan, dirinya kaget sekaligus terharu karena komitmen dalam pemberantasan korupsi menempati urutan ketiga, dan TI pun menanyakan apa kiatnya.

Yulianto menjelaskan, Semarang memang cukup bersih. Menurut para responden, pelayanan Pemkot Semarang dalam hal perizinan dan pajak, memang cukup baik.

"Hal yang mudah untuk menilai pemerintahan bersih, adalah perilaku yang berhubungan dengan perizinan dan pajak. Kami meneliti apa ada penyimpangan di sana seperti pungutan liar dan sejenisnya. Dan menurut responden, pelayanan di Semarang memang cukup bersih. Komitmen pimpinan wilayahnya juga lumayan bagus," paparnya.

Yulianto berujar, terhadap usulan Mahfudz Ali, berkenaan dengan training atau pendidikan terhadap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar tetap berada pada koridor hukum yang benar. "TI punya perhatian terhadap hal ini. Jadi ya akan kami share ke pimpinan. Kalau disetujui, barangkali bukan hanya Semarang yang akan didorong, tetapi kabupaten/kota lain akan menjadi wilayah kerja TI nanti." (H30-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA