| Rabu, 27 Juni 2007 | SEMARANG |
SMKN 2 Kendal Ciptakan Simulator Power TrainUNTUK menyiapkan anak didik terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya, tak hanya sebatas membekali mereka dengan teori. Semboyan tersebut begitu mematri dalam keseharian pendidik SMK Negeri 2 Kendal. Upaya-upaya apa yang dilakukan pendidik untuk mencapai tujuan itu, berikut catatannya: INOVASI merupakan salah-satu upaya yang terus dilakukan para pendidik di sekolah yang dulu dikenal sebagai STM Negeri Kendal tersebut. Pada tahun ini, setidaknya telah muncul tiga hasil karya unggulan dari sekolah yang mempunyai tiga kejuruan tersebut. Yakni, simulator power train (mekanik otomotif), prototipe robot pemindah barang (elektornik), serta produk perabot kayu atau mebel dengan finishing melamin (perkayuan). Ketiga karya unggulan itu pada 11-16 Juni lalu diikutsertakan dalam sebuah pameran lomba kompetisi nasional yang berlangsung di sasana budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung (ITB). Khusus untuk produk mebel, berupa meja rias hasil karya siswa kelas III Perkayuan, Yoso Teguh Mulyo (20) berhasil menyabet juara II nasional yang diikuti peserta dari 22 provinsi di Indonesia. Selain mendapat piala dan piagam penghargaan, Yoso juga memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 10 juta atas prestasinya itu. ''Untuk simulator power train dan prototipe robot pengangkat barang hanya diikutkan dalam pameran,'' kata Kasek SMKN 2 Kendal Drs Sodiq Purwanto MPd, kemarin. Simulator power train adalah sebuah rangkaian peralatan yang menjelaskan sistem kerja transmisi kendaraan roda empat. Alat hasil inovasi murni Siswanto (45), guru mekanik otomotif SMKN 2 Kendal ini terdiri atas, kolaborasi mekanik (berupa gigi-gigi transmisi, gardan dan kopling), elektronik (panel display), serta elektrikal (kelistrikan). ''Kelistrikan sebagai pengganti mesin, mekanik merupakan rangkaian transmisi mobil secara utuh, dan elektronik adalah untuk mengetahui bagaimana cara kerja transmisi itu melalui yang ditunjukkan oleh lampu-lampu,'' ungkap Siswanto di sela-sela mengajar sejumlah muridnya, kemarin. Sistem Transmisi Dia menjelaskan, dengan simulator power train, para siswa tidak harus melihat cara kerja transmisi kendaraan roda empat saat mobil contoh melaju di jalan. ''Dengan alat itu, bisa disuguhkan sistem kerja transmisi kendaraan roda empat saat melaju pada jalan raya, di ruang praktik otomotif sekolah.'' Contoh, imbuh dia, gigi-gigi transmisi mana dan ke mana arah gerakan itu saat persneling masuk pada gigi satu, dua dan seterusnya. ''Siswa juga bisa melihat secara langsung melalui simulator, bagaimana kinerja roda depan mobil, manakala salah satu roda itu terperosok lumpur. Setelah memahami kinerja transmisi, siswa akan mudah memperbaikinya jika terjadi kerusakan.'' Untuk menciptakan alat simulator tersebut, Siswanto mengaku membutuhkan waktu selama dua bulan penuh. ''Sejak lama, saya berkeinginan untuk menciptakan alat itu. Yaitu, ketika saya masih kuliah di focational education development centre Malang pada 1990 silam. Saat itu saya ditugaskan untuk membuat peralatan dimaksud oleh dosen pembimbing, namun karena sudah menempuh semester akhir, realisasi belum bisa diwujudkan.'' Hingga akhirnya, simulator power train atau rangkaian pemindah daya pada mobil baru terealisasi setelah Siswanto mengabdi di SMKN 2 Kendal. Kebutuhan dana untuk menciptakan alat itu diperoleh bantuan dari Indonesia Germany Institute. Ketika dipamerkan di sasana Ganesha ITB, animo pengunjung untuk mengetahui seluk-beluk simulator sangat besar. Kasek SMKN 2 Kendal Drs Sodiq Purwanto MPd mengemukakan, dalam mengikuti ajang pameran dipimpin manajer Drs Maryono, dengan pembimbing Kumaedi SPd. ''Dengan keikutsertaan dalam lomba, akan memotivasi anak didik, guru, dan sekolah untuk mengukur seberapa jauh pembelajaran yang kita serap, dibandingkan dengan pihak institusi lain. Selain itu juga bertujuan untuk menyiapkan anak didik ke dunia kerja.'' (Setyo Sri Mardiko-16) |