| Rabu, 27 Juni 2007 | SEMARANG |
Kekeringan, 440 Ha Padi Terancam PusoDEMAK- Kekeringan yang ditandai kecilnya curah hujan dirasa telah menyulitkan sektor pertanian di Kabupaten Demak, terutama di beberapa daerah yang pengairannya mengandalkan tadah hujan. Dalam catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sedikitnya terdapat 440 hektare padi yang terancam puso, karena kekurangan air. Di Desa Donorejo Kecamatan Demak misalnya, 40 hektare padi mulai mengering tak berisi. Demikian juga di Desa Kalikondang yang mencapai 30 hektare. Hal yang sama terjadi di Kecamatan Bonang, yang meliputi Desa Sumberrejo seluas 115 haktare, Krajan Bogo 111 hektare, Sukodono 74 hektare dan Jatimulyo 70 hektare. Kasubdin Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ir Heru Budiyono MP memperkirakan jika dalam satu minggu ke depan tidak ada hujan, diprediksi ratusan hektare padi tersebut akan puso. Saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, karena telah menguning dan belum berisi. Menurutnya, pada masa tanam (MT) pertama, terjadi kemunduran karena musim kemarau panjang. Hujan baru terjadi pada Bulan Desember 2006, sehingga memaksa petani tanam padi pada bulan tersebut. Padahal seharusnya masa tanam mulai dilakukan pada Oktober. Dibangun Bendung Semestinya dalam satu masa tanam, petani dapat menanam padi untuk dua kali panen. Mundurnya masa tanam (MT) pertama ikut menjadi faktor penyebab puso. Karena pada penanaman kedua, sekitar bulan Maret dan April, curah hujan masih tinggi. Namun sejak Mei dan Juni, hujan hampir tidak terjadi. ''Para petani tidak menyangka padinya akan memasuki kemarau saat baru berusia sekitar 40 hari,'' terangnya. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan adalah hujan, karena pertanian di sana mengandalkan tadah hujan. Sebenarnya, pengairan di sana bisa tertangani apabila di sungai Wonokerto dibangun bendung karet. Bendung karet diperkirakan akan mampu mengairi sekitar 4.000 hektare sawah di Kecamatan Karangtengah, Sayung, Demak kota dan Bonang. Jika melihat secara keseluruhan, jumlah padi yang terancam puso tersebut masih tergolong ringan. Untuk Kecamatan Demak kota, luas lahan padi mencapai 3.648 hektare. Sedang di Kecamatan Bonang seluas 4.860 hektare. Salah seorang petani Bonang, Jayadi (45) mengaku hanya berharap pada keajaiban. Dua hektare sawah yang ditanami padi mulai menguning ketika usianya belum cukup matang. ''Kalau puso, kami menanggung kerugian sebesar Rp 4 juta,'' katanya. (H1-16) |