| Rabu, 27 Juni 2007 | SEMARANG |
Pembangunan Tower Seluler Dihentikan WargaSEMARANG- Merasa tak dimintai izin, ratusan warga Kampung Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu menghentikan pembangunan tower milik Pro XL di lingkungan tempat tinggal mereka. Warga menyegel lokasi pembangunan tower di RT 4 RW 4, Selasa (26/6). Aksi itu nyaris berbuntut ricuh. Warga bersitegang dengan Ketua RW 4, Suhaemi yang dituduh memberi izin sepihak kepada Pro XL. Namun keributan itu dapat dilerai aparat Polsek Tugu yang berada di lokasi itu. Aksi warga tersebut dimulai pukul 08:00. Mereka berbaris dari lokasi pembangunan tower menuju perlintasan kereta api Semarang-Jakarta berjarak sekitar 200 meter. Setelah itu, mereka kembali ke lokasi untuk melakukan orasi. Dalam orasinya, warga meminta penghentian pembangunan tower. Selain tidak berizin, keberadaan tower itu juga dinilai membahayakan. Mereka juga meminta Suhaemi dan Ketua RT 4 Rohmani untuk datang dan menjelaskan kenapa pembangunan tower tersebut diizinkan. Polisi akhirnya menghadirkan Suhaemi dengan jaminan keamanan. Dia menjelaskan pengajuan izin penggunaan lahan dari pihak Pro XL. Namun dia tidak memutuskan langsung, melainkan menyerahkan teknis pelaksanaannya kepada Tim 10 yang diketuai Rohmani. Suhaemi menambahkan, 22 orang yang rumahnya berada dalam radius 50 meter dari lokasi tower telah menyetujui pembangunan tower itu. ''Informasi dari Tim 10, sebanyak 22 orang telah menantandatangi surat persetujuan pembangunan tower. Akan tetapi teknis pelaksanaan penandatanganan itu, saya tidak mengetahuinya,'' jelas dia. Namun penjelasan itu belum bisa diterima warga. Mereka semakin emosi dan mengolok-olok Suhaemi hingga nyaris terjadi bentrok. Korlap aksi, Adam Setiawan menyatakan, penolakan warga terhadap tower didasarkan kenekatan Tim 10 yang meneruskan pembangunan itu. Padahal, menurut Adam, warga Kampung Tapak telah menolak. ''Dari 22 orang itu, sebagian besar malah rumahnya di luar radius 50 meter,'' kata dia. Aksi demo itu berakhir pukul 10.30. Namun sejumlah warga mengaku belum puas atas jawaban Suhaemi. Rencananya, warga segera meminta penjelasan perihal pendirian tower itu. Sebelumnya, warga juga telah dimintai izin pendirian tower seluler di dua lokasi lain, yakni RT 5 dan 6. Namun tower tersebut tidak jadi didirikan karena warga menolak. (H6, apr-56) |