logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Juni 2007 SEMARANG
Line

Masalah Pedagang Rawan Konflik

Sayembara Johar Dikonsep Menyeluruh

SEMARANG- Karena menyangkut banyak aspek, sayembara revitalisasi Pasar Johar harus dilakukan secara menyeluruh alias komprehensif. Banyak persoalan nonteknis di luar desain arsitektur yang dinilai rawan konflik. Karena itu, Pemkot perlu memikirkan jaminan lokasi bagi para pedagang, khususnya yang terdaftar di Dinas Pasar.

Peneliti dari Laboratorium Studi Kebijakan Ekonomi (LSKE) Universitas Diponegoro FX Sugiyanto mengatakan hal itu, kemarin.

Menurut anggota Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) itu, Dinas harus jeli membuat pendataan pedagang dan lokasi baru selama Johar direvitalisasi. Dua hal itu berisiko memancing konflik. ''Ada jaminan mereka akan mendapat tempat,'' tandas dia.

Kabid Pembangunan III Bappeda Kota M Fachan juga berpendapat perlunya DP2K membuat kerangka acuan atau term of reference (TOR) lengkap. Pasalnya, persoalan revitalisasi melibatkan seluruh domain, tidak melulu aspek arsitektur.

Jalan Terbaik

Usulan agar kawasan Pasar Johar disayembarakan cukup menarik perhatian sejumlah kalangan. Kalangan jasa konstruksi yang diwakili Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Perencana (IAP) misalnya, menilai alternatif itu sebagai jalan keluar terbaik atas polemik pembongkaran Johar.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah Widya Wijayanti mengatakan, sayembara adalah jalan keluar tebaik. Sebab, desain revitalisasi yang dihasilkan jauh lebih fair, tidak berasal hanya dari kepentingan satu pihak saja. "Suatu perencanaan jika dilombakan, hasilnya akan jauh lebih baik, karena akan menjaring banyak pemikiran dari berbagai aspek," katanya.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan sayembara yang TOR-nya sedang digodok itu lingkupnya akan meluas jadi internasional. "Prinsip TOR nantinya akan tetap pada pelestarian kawasan Johar, bukan pembongkaran. Dan, secepatnya sayembara ini akan segera diumumkan," tegas Widya.

Ketua DP2K Prof Ir Eko Budihardjo MSc mengatakan, dalam pertemuan tertutup antara DP2K dan Wali Kota, Minggu (25/6), di rumah dinas Wali Kota, keputusan untuk menyayembarakan kawasan Johar bukanlah tanpa pertimbangan. Revitalisasi bukan hanya menyangkut pasar , tapi lebih pada seluruh kawasan Johar yang terdiri atas Pasar Yaik, alun-alun, Masjid Besar Kauman, dan kawasan sekitarnya.

Prof Eko mengatakan bila kawasan Johar disayembarakan, desain yang dihasilkan akan lebih bagus.

Menurut Toni (51), pedagang sepatu di Pasar Johar Utara, kalau memang dengan sayembara bisa membuat pasar tidak jadi dibongkar, ia yakin para pedagang pasti akan setuju. (H12,J8,H9-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA