logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Juni 2007 SEMARANG
Line

Uang dan Perhiasan Milik Pembantu Dirampok

SEMARANG- Perampokan di siang hari terjadi Selasa (26/6), sekitar pukul 13.30, di rumah milik Harbandinah Pitojo (62), Jl Amarta No 10 RT 2 RW 3, Kelurahan Krobokan Semarang Barat.

Pelaku yang diduga berjumlah lima orang menggondol uang senilai Rp 1,3 juta, dua cincin emas dengan berat masing-masing 8 gram, dan enam cincin emas dengan berat masing-masing 5 gram.

Seluruh uang dan perhiasan tersebut adalah milik Karolina (77), pembantu rumah tangga di rumah tersebut, yang beralamat di Jalan Poncowolo II No 622 RT 8 RW 6, Kelurahan Karangayu.

Menurut keterangan Karolina kepada polisi, kelima pelaku siang itu mendatangi rumah majikannya dan menanyakan keberadaan pemilik rumah yang bernama Pitojo. Dia pun menjawab Pitojo telah meninggal dunia. Namun, kelima orang tersebut tiba-tiba mengancam dengan senjata tajam berupa mandau yang ada di rumah itu sebagai hiasan dinding.

Di bawah ancaman mandau, Karolina dan Dina Paela (62), yang juga pembantu di rumah tersebut, digiring ke kamar. Keduanya disekap di kamar depan. Para perampok lalu mengobrak-abrik isi kamar di rumah tersebut untuk mencari barang berharga.

Saat pelaku beraksi, Karolina berhasil melepaskan ikatan tangannya dan lari menuju depan rumah. Dia pun berteriak-teriak meminta pertolongan tetangga. ''Rampok, rampok...!''

Mungkin karena panik atau karena sudah tua, wanita itu tidak bisa berteriak keras sehingga tidak didengar tetangga. Melihat korban meminta pertolongan, para pelaku kemudian berlarian keluar dan langsung menuju mobil yang diparkir di depan rumah. Mereka pun segera tancap gas ke arah utara dengan mengendarai mobil Daihatsu Hijet 1.000 warna merah.

Setelah perampok pergi, para tetangga baru berdatangan. Melihat ekspresi wajah Karolina yang ketakutan mereka pun menolongnya. Warga kemudian menghubungi Polres Semarang Barat untuk melaporkan kejadian tersebut.

Beberapa saat kemudian, polisi datang dan segera melakukan olah TKP, dipimpin langsung Kapolres AKBP Hari Prasodjo.

Kapolres didampingi Kasatreskrim Polwiltabes Semarang AKBP Agus Rohmat SIK SH MHum menyatakan pelaku sempat mengancam korban dengan mandau. "Mandau itu ternyata hiasan dinding yang ada di ruang tamu," tuturnya.

Dia menjelaskan, antara pukul 13.00 - 15.00 memang waktu yang rawan kejahatan karena kondisi kampung biasanya sepi. Sebagian besar warga belum kembali dari tempat kerja. Apalagi dari hasil penyidikan petugas, saat itu pintu depan rumah tidak terkunci sehingga pelaku dengan mudah masuk. Kapolres menyatakan keberadaan kawanan itu sudah terdeteksi dan dia berharap secepatnya bisa tertangkap. (H23-43)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA