| Rabu, 27 Juni 2007 | KEDU & DIY |
Tragedi Chernobyl Tidak Bisa Dijadikan ContohYOGYAKARTA - Masalah yang paling krusial dewasa ini adalah perlunya pendidikan terhadap masyarakat bahwa nuklir dan PLTN (pembangkit listrik tenaga nuklir) tidak seberbahaya seperti yang dipikirkan orang selama ini. ''Masa depan kita nantinya tidak akan lepas lepas dari nuklir,'' ujar Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (Himni) Prof Dr A Amiruddin seusai melantik pengurus Himni Cabang Yogyakarta di ruang sidang FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), belum lama ini. Dijelaskan oleh Prof Amiruddin bahwa pro dan kontra yang terjadi terhadap nuklir selama ini disebabkan ketidaktahuan masyarakat secara jelas tentang nuklir. ''Jadi memang diperlukan pemahaman untuk menanggulangi ketakutan masyarakat terhadap nuklir. Dan, tragedi Chernobyl tidak bisa dijadikan contoh untuk membuat masyarakat menjadi serba ketakutan,'' tambahnya. Pengurus Himni Cabang Yogyakarta yang dilantik diketuai oleh Dr Ing Kusnanto dan wakil ketua Ir Syarif serta sekretaris Dr Arisman dilengkapi dengan seksi-seksi dan kepengurusan lainnya dan sejumlah penasihat. (P12-70) |