| Rabu, 27 Juni 2007 | EKONOMI |
Hasil Lelang SPN Rp 1,9 TJAKARTA-Hasil lelang Surat Perbendaharaan Negara (SPN) seri SPN20080528014, Selasa (26/6) sebanyak Rp 1,9 triliun. Reopening dilakukan melalui sistem lelang Bank Indonesia dengan jumlah penawaran mencapai Rp 3,9 triliun. Pada lelang salah satu instrumen obligasi negara itu, yield terendah yang masuk sebesar 8,1 persen dan yield tertinggi mencapai 10,2 persen. Demikian diungkapkan Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto di Kantor Kementrian Perekonomian, Jakarta Selasa (26/6). Sesuai kewenangan UU No. 24 Tahun 2002, Menteri Keuangan menetapkan yield rata-rata hasil lelang mencapai 8,4 persen. Dengan tanggal jatuh tempo pada 28 Mei 2008 yang terhitung diterbitkan sejak 27 Juni 2007. Target Indikatif Rahmat mengatakan, yield rata-rata itu terbilang wajar dan pemerintah bisa men-down-size dari target indikatif yang diumumkan. Hal ini akan konsisten dengan pengumuman suku bunga yang masih berlanjut. Rahmat menambahkan, pasar melihat suku bunga masih akan turun, sehingga mereka membeli obligasi jangka panjang. ''Ini dampak dari yang terjadi di pasar global. Di sana, pasar masih ada sentimen negatif terhadap persepsi risiko. Meski begitu, potensi terjadi inflasi masih akan diperhatikan,'' katanya. Proses lelang masih akan berlangsung sampai lima bulan ke depan dengan melihat setiap potensi instrumen obligasi negara. Rahmat juga menyebutkan adanya kenaikan defisit SUN Neto dari Rp 40,6 triliun menjadi Rp 62,28 triliun. Pemerintah, tidak akan melakukan buy back. Pembelian kembali dilakukan dengan melihat kondisi pasar. Jika pasar masih bullish pemerintah tidak akan melakukan buy back. (J10-33) |