logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 27 Juni 2007 BANYUMAS
Line

5.549 Botol Miras Dimusnahkan

PURBALINGGA- Sebanyak 5.549 botol minuman keras (miras) dimusnahkan dengan cara digilas dengan mesin wales, Selasa (26/6). Pemusnahan mi-numan beralkohol itu, dilakukan di alun-alun usai upacara peringatan Hari Anti Narkoba Inter-nasional (HANI) di halaman Pendapa Dipokusumo.

Pemusnahan miras itu mengundang perhatian masyarakat. Mereka rela duduk-duduk di alun-alun menunggu selesainya upacara demi melihat proses penggilasan.

Begitu hendak dimulai, mereka mendekat. Pemusnahan diawali penandatanganan berita acara oleh pejabat Pemkab, apa-rat penegak hukum, dan saksi.

Begitu botol-botol berbagai merk itu pecah tergilas, aroma alkohol pun menyeruak menyengat hidung. Air berwarna coklat kemerahan membasahi aspal jalan. Beberapa warga yang me-lihat pemandangan itu malah cengar-cengir. ''Wah, eman-eman,'' kata seorang pria yang menggandeng anaknya.

Hasil Operasi

Ketua Harian Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kompol Bambang Dwi Hartoyo menuturkan, miras yang dimusnahkan adalah hasil operasi HANI Bersinar yang digelar selama tahun 2007. Itu masih ditambah hasil penyitaan tahun 2006 yang belum sempat dimusnahkan.

Mengenai peredaran narkoba, Bambang menilai belum begitu parah. ''Namun ada satu dua pengguna. Cuma deteksinya yang susah. Sebab di sini tidak ada tempat hiburan. Adanya di Purwokerto. Mungkin penggunanya orang sini, tapi pakainya di sana. Jadi di sini hanya efek dari sana,'' kata Wakapolres Purbalingga itu.

Untuk meminimalisir peredaran narkoba, polisi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan operasi di sekolah-sekolah pada tahun ajaran baru ini. Sebab pecandu narkoba usia 20-24 tahun umumnya telah mengonsumsi sejak duduk di bangku SMP dan SMA.

Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pendidikan tingkat menengah terkesan menjadi pintu gerbang perkenalan kaum remaja pada narkoba. ''Se-karang anak tidak cukup hanya dengan menjauhi tetapi dia harus paham juga sebab akibat penggunaan obat-obatan terlarang itu,'' ujar Bambang.

Dia mengingatkan, jika sampai ada yang kecanduan maka dia cenderung akan berbuat kejahatan. Sebab mencari narkoba di kota kecil seperti Purbalingga sulit.

Selain itu harganya juga ma-hal dan tak terjangkau kantong masyarakat. Karena itu re-maja diminta tidak mencoba me-rasa-kan barang haram tersebut.(F10-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA