logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 23 Juni 2007 WACANA
Line

Surat Pembaca

Pikiran Rakyat

Mencermati perkembangan pilkada, baik pilgub maupun bupati/wali kota, menggelitik pikiran saya sebagai rakyat kecil. Pikiran ini mungkin ditertawakan orang parpol tetapi bila dimaknai secara rasional maka akan banyak rakyat kecil yang tertawa. Reformasi yang diusung Prof Dr Amein Rais ternyata hanya pesan negara adikuasa untuk memorakporandakan NKRI.

Ini sejalan dengan pikiran Bapak Prof Dimyati Hartono SH bahwa NKRI sekarang sudah porak-poranda. Konstitusi dan lembaga negara sudah diacak-acak nggak karuan. Pilkada yang langsung dipilih rakyat menurut saya hanya pemborosan uang rakyat. Pasangan calon yang diusung parpol/gabungan parpol tidak ada korelasi positif dengan kemenangan calonnya.

Lihat kasus pilpres. pilgub NAD, pilbup Demak, Grobogan dan daerah lainnya. Ternyata parpol pengusung tidak menjamin kemenangan calon. Tidak menutup mata, untuk lolos menjadi calon, parpol tentu pasang uang yang lumayan. Lihat DKI Jakarta, di mana calon yang tidak lolos ramai-ramai minta uang maharnya dikembaliin.

Belum lagi di pihak calon yang lolos harus menguras koceknya untuk maju pada proses pilkada. Kalau sudah jadi pasti dapat bisa ditebak bagaimana modal harus kembali, syukur untung yang ujung-ujungnya korupsi. Juga kas daerah terkuras untuk mendanai pilkada. Pilihan Gubernur Jateng saja dananya mencapai Rp 569,5 miliar.

Kalau kepala daerah dipilih DPR yang juga merupakan wakil rakyat, tentu jatuhnya akan lebih murah. Sisa dana lebih bermanfaat untuk memperbaiki sarana dunia pendidikan yang jauh tertinggal dengan negara tetangga. Ini adalah pikiran rakyat bukan pikiran elite politik.

Drs AM Budiana BSc

Getasrejo RT 2/RW 2, Grobogan

RS Cakra Husada

Pelayanan RS Cakra Husada Klaten sata rasakan mengecewakan. Adik saya masuk sejak 1 Juni 2007 dengan diagnosa awal stroke. Tapi sampai 3 Juni 2007 siang (lebih dari 24 jam) tidak ada upaya melakukan scanning guna mengetahui posisi serangan di otak pasien. Karena tidak ada tindakan signifikan, saya pindahkan ke RS di Yogya.

Hasil scanning di RS Yogya menunjukkan sudah ada perdarahan di salah satu pembuluh darah otak kanan. Bahkan, darah sudah merembes mendekati otak tengah. Kalau hal itu dilakukan lebih awal oleh RS Cakra, tentu hasilnya lain. Pelayanan RS tersebut tidak profesional .

CH Asta Nugraha SE MM.

Jl Pemuda Selatan 5, Klaten

***

Mawas Diri

Mawas diri merupakan kumpulan kolom Dr Damardjati Supadjar yang sarat humor tanpa mengurangi substansi. Beliau mengajak semua melakukan retrospeksi total, baik diri sendiri sebagai individu maupun selaku kesatuan kolektif. Dalam retrospeksi mungkin muncul ironi seperti yang beliau tulis:

"Orang Inggris misalnya, setelah tekun membaca "capung" menemukan pesawat terbang tipe capung. Orang Itali membaca "kumbang" menemukan mesin penggerak scooter Vespa. Kata orang Indonesia diberinya 'bacaan' undur-undur tapi kok baru Pak Harto yang mundur".

Demikian sederet kalimat yang tertulis pada sebagian alinea dua, bagian belakang paling akhir dari kulit buku Mawas Diri. Saya mencoba melihat situasi serta kondisi bangsa yang kini dilanda berbagai persoalan tapi sampai saat ini belum ada sosok pemimpin yang bisa jadi suri teladan.

Memang sesungguhnya menjadi pemimpin tidaklah mudah, mulai tingkat RT sampai ke RI (1) sekalipun. Berbagai persyaratan baik formal maupun nonformal harus dipenuhi untuk menjadi seorang pemimpin. Salah satu bimbingan untuk mencapai tujuan itu antara lain harus banyak membaca.

Dengan tekun membaca maka beberapa penemuan akan tercipta. Buku Mawas Diri ini perlu dibaca untuk menciptakan sesuatu yang pantas disumbangkan bagi bangsa dan negara. Selain tentu juga buku-buku pengetahuan lainnya.

Pada halaman 113 buku tersebut tertulis judul Universitas Jagad Raya, kemudian halaman 114 alinea pertama dan kedua, antara lain sbb: "Dalam perang melawan hawa nafsu, kemenangan seseorang atas diri sendiri sama sekali tidak mendatangkan kerugian bagi siapa pun, berupa apa pun".

Bahkan hasilnya sangat mengagumkan yakni dikenalnya karya-karya derivatifilahi para Nabi oleh dunia. Mereka itulah para guru besar kemanusiaan di Universitas Jagad Raya, Fakultas Kehidupan, jurusan Jalan Lurus dengan program studi utamanya ridha Tuhan. Dari mereka pula manusia menjadi tahu bahwa "darah syuhada itu mulia, namun kalam alim ulama justru lebih mulia".

Mereka yang menuntut ilmu berada pada jalan utama lalu memerangi diri sendiri tapi bukan dalam arti memaksa diri. Terlebih dengan pemaksaan berupa terhapusnya kebodohan diganti kepandaian, kegelapan dengan kecerahan, kebohongan dengan kebenaran, keterbelakangan dan ketertinggalan oleh kebersamaan.

Lalu apa dan bagaimana profil Universitas Jagad Raya, Fakultas Kehidupan, jurusan Jalan Lurus?. Mahasiswanya adalah yang menempuh jalan lurus yaitu yang memahami proses kosmis untuk dibawa ke tingkat yang lebih benar, lebih indah dan lebih baik. Karena universal, maka sama sekali tidak dikenal di dalamnya residu.

Nah, mari mencoba membaca secara utuh isi buku Mawas Diri, siapa tahu akan menemukan cara memayu hayuning bawana.

Ambijo

Jl HM Sarbini 40, Kebumen

***

Masalah PLTN

Mbok yao pemerintah tidak memaksakan kehendak membangun PLTN di Jepara. Sudah jelas ditentang dan tidak dikehendaki masyarakat karena khawatir dampaknya yang membahayakan kehidupan makhluk hidup. Jika pemerintah bersikeras hendaknya memilih salah satu pulau kosong yang tidak berpenghuni dan yang tidak dilewati jalur gempa.

Ini lebih bijaksana daripada mengorbankan lingkungan. Masalah distribusi bisa lewat kabel bawah laut dan teknis yang lain PLN lebih tahu. Seperti diketahui Indonesia terkenal memiliki kekayaan alam yang luar biasa. SDA itu jika dikembangkan secara optimal bisa menghasilkan sumber energi listrik yang besar.

Sebagai negara perairan, PLN bisa membangun lebih banyak PLTU di pantai dan PLTA di pedalaman. PLTN memang perlu tapi tidak saat sekarang. Kini optimalkan dulu sumber energi yang ada, tentu malah lebih murah dan aman.

Ali Farkhan

Pabelan RT 1/RW 1, Kab Semarang

***

Oh, Johar Lagi...

Setelah naik sepeda dari rumah dinas ke kantor, wali kota kita membuat kejutan baru dengan melemparkan masalah Johar. Katanya Johar perlu ditinggikan karena rob yang ditinjau dari aspek ekonomi akan meningkatkan harga kios. Sehari kemudian langsung mendapat tanggapan dari anggota Dewan yang mengatakan Pak Wali bertendensi membongkar pasar Johar.

Saya memang bukan ahli tata kota atau magister perkotaan, tapi hanya seorang warga negara yang pernah menikmati pendidikan sampai jenjang magister humaniora. Saya menyayangkan bahwa Pak Wali hanya meninjau dari sisi ekonomi, padahal masalah pasar Johar sangat rawan baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya maupun politik.

Sebaiknya kalau memang berniat segera menyelesaikan masalah Johar, adakan diskusi dengan mengundang seluruh lapisan masyarakat baik LSM pasar, anggota Dewan, pakar, pengamat Johar dan budayawan maupun tokoh masyarakat. Tempat diskusi di Balaikota. Sudah tentu sebelum diskusi, perlu konsultasi dengan anggota Dewan.

Semoga tulisan kecil ini membangkitkan ide cemerlang untuk menyelesaikan Johar. Sebab sekali lagi masalah Johar merupakan isu politis yang paling rawan. Apalagi Pak Wali akan ikut bursa cagub tahun ini.

Parmanto SH MHum

Jl Meranti Raya 301, Semarang

***

Glamoritas Remaja

Di era globalisasi ini para remaja cenderung meniru pengaruh budaya barat. Kehidupan glamor dan foya-foya menjadi kebutuhan pokok mereka. Diskotik, arena judi, lokalisasi, miras hingga drugs pun makin cepat berkembang dan tidak bisa dipisahkan dari generasi muda tersebut. Budaya berciuman di tempat umum pun sudah menjadi hal biasa.

Kota-kota besar yang dulu terkenal dengan budaya seninya sekarang berubah dengan glamoritasnya, seolah-olah di negara ini sedang ada lomba dugem. Sebagian besar remaja berpendapat, mereka mengikuti perkembangan mode dan zaman. Mereka malu dianggap kuper, katrok dan tidak modis.

Mereka terlalu jauh rnelangkah melewati kebebasan yang diberikan orang tuanya. Kadang orang tua pun tidak bisa bertindak tegas terhadap anaknya yang salah. Nasihat mereka ibarat masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Kebebasan yang diberikan disalahgunakan dan momentum ini dimanfaatkan anak untuk berbuat negatif.

Problem yang muncul akibat perbuatan negatif tidak dihiraukan. Hamil di luar nikah karena seks bebas, peredaran obat terlarang yang makin luas jaringannya, kriminalitas yang berujung urusan dengan pihak kepolisian bahkan sampai penyakit AIDS/HIV yang sampai sekarang belum ada obatnya.

Penderita penyakit tersebut bisa dikatakan telah kehilangan harapan. Bisa ditebak jika generasi muda sudah terlibat dalam hal tersebut, mereka pasti hanya bisa meratapi dan timbul rasa penyesalan yang sudah terlambat. Saya prihatin atas kondisi negara saat ini yang masih diperpayah oleh perilaku menyimpang dari generasi muda. Mereka hanya bisa berpikir bagaimana hidup always happy fun tanpa memikirkan masa depannya. Tampaknya mereka acuh dan masa bodoh terhadap tanggapan dari berbagai kalangan.

Erwin Adi S

Siswa SMA Institut Indonesia. Semarang

***

Dari PT Panin Insurance

Menanggapi surat Ibu Rahmawati SPd di Surat Pembaca 15 Juni 2007 mengenai perbaikan mobil Honda City H 8067 YW, kami jelaskan bahwa mobil tersebut telah selesai diperbaiki oleh bengkel Lotec Autospeed. Soal ketidakpuasan beliau atas perbaikan mobil telah kami tanggapi melalui surat No 309/0125/0507/CLM tanggal 30 Mei 2007 dan No 320/0125/0607/CLM tanggal 4 Juni 2007.

Isinya, ketidakpuasan tersebut agar disampaikan tertulis untuk bagian mana dari mobil yang perbaikannya menurut beliau masih belum memuaskan. Selanjutnya akan diklarifikasikan ke pihak bengkel dan bila perlu bisa dilakukan penyempurnaan. Namun hingga kini kami belum memperoleh tanggapan tertulisnya.

Hal tersebut telah kami sampaikan kepada Bapak Paulus Hartanto SH (suami Ibu Rahmawati) yang selama ini melakukan pengurusan klaim. Penunjukan bengkel Lotec Autospeed sudah sesuai ketentuan polis dan selama ini perbaikan kendaraan di bengkel tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Bambang Suwintoro

Kacab Panin Insurance Semarang

***

Dari WanaArtha Life

Menanggapi Surat Pembaca Ibu Deborah Lianawati berjudul ''Bank Mandiri'', kami sampaikan bahwa WanaArtha Life selaku pihak asuransi telah melakukan pembicaraan dengan beliau untuk menjelaskan dan menyelesaikan permasalahannya dengan baik.

Kepuasan nasabah merupakan fokus dari seluruh upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kami. Bila ada pertanyaan mengenai pelayanan nasabah, dapat menghubungi customer care di (021) 7985179 atau e-mail ko customer.service@wanarthalife.com.

Farah Savitri

Corporate & Marketing Communications

***

Alamat Koes Plus

Saya penggemar lagu tembang kenangan dari Koes Plus, mohon ada pembaca yang memberitahukan alamat dan No telepon kelompok tersebut ke alamat saya yaitu Jl Tentara Pelajar Lr VI/1 Blora atau 081 325 5300 025.

Gunadi SE

***

Rumah Ibadah

Yayasan Al Komariyah di Sepikul Mojotengah, Kecamatan Kedu Temanggung dibentuk dua tahun lalu diketuai H Zaini Ikhsan berhasil membangun masjid Jami' Baitul Muttaqin. Peletakan batu pertama sampai pelaksanaan 20 bulan (19 Mei 2007), diresmikan Dra Hj Siti Chalimah Farjiyah dan Drs HM Irfan selaku pelindung.

Masjid berukuran 28 x 27 m dibuat 3 ruang. Ruang bawah jadi aula pertemuan, lantai I dan II untuk shalat berjamaah yang mampu menampung 1.400 jamaah. Masjid dilengkapi 5 kubah dengan ornamen menarik terlebih bila malam hari, kubah jadi terang benderang.

Menurut ketua yayasan. proyek menelan biaya Rp 7 M yang terkumpul dari para donatur. Masjid ini termasuk paling indah dan megah di Temanggung. Acara dimulai 17 Mei 2007 berupa semaan Alquran, 18 Mei nikah masal yang diikuti 38 pasangan, 19 Mei 2007 persemian masjid yang ditandai pemotongan tumpeng dan pembukaan pintu masuk dan diakhiri pengajian akbar.

Masjid lama sudah tidak memenuhi syarat dan rencananya akan berubah fungsi menjadi taman bacaan demi mencerdaskan bangsa serta memperdalam pengetahuan agama. Mohon bantuan buku keagamaan.

M Agus Sangadji

Jl Jumadi 7, Parakan

Diservis Tambah Rusak

Saya pemilik mobil Toyota Corona Absolute 93 (Customer Rutin Toyota) yang akhir Januari 2007 turun mesin di bengkel Nasmoco Purwokerto dengan biaya Rp 9,5 juta, sudah dibayar Rp 5 juta. Tiga bulan kemudian mobil kami terima, tapi baru uji coba sehari mobil rusak total. Oli hampir habis yang kemudian mobil saya kembalikan lagi ke bengkel.

Di sana diservis lagi hampir 1 bulan kemudian diserahkan tapi lagi-lagi baru dua minggu uji coba mobil sudah rusak. Sekarang mobil dongkrok di garasi tidak bisa digunakan. Tanggal 15 Juni 2007 ada mekanik bengkel datang, meminta mobil dibawa ke Nasmoco lagi. Tapi saya merasa kecewa sehingga tidak menyerahkan.

Alasan saya di bengkel itu sudah hampir 4 bulan tapi hasil akhir mobil rusak lagi dan tidak bisa dipakai. Saya sampaikan bahwa pelanggan adalah aset berharga, hormati dan hargai keluhannya. Tolong jangan dikecewakan, cermati masalah dengan bijaksana, baik dan bertanggung jawab.

Ir H Lalu Hendra K MM

d.a Puskesmas 1 Punggelan, Banjarnegara

***

Jawaban Santa Clara

Menanggapi Surat Pembaca berjudul ''Ketangkasan Mayorette'' 18 Juni 2007 oleh Bapak Adi Setiawan SKom Jl Tlogosari Raya 133 Semarang, kami penanggungjawab Lomba Ketangkasan Mayorette dan Demo Solo Perkusi tingkat TK dan SD se-Jateng/DIY memberikan tanggapan sbb :

Setelah konfirmasi ke panitia dan mencermati pelaksanaan selama lomba, dengan ini kami menyampaikan pemohonan maaf serta keprihatinan kepada semua pihak baik peserta maupun pendukung event tersebut atas segala ketidakpuasan dan ketidaknyamanannya.

Panitia telah berusaha maksimal mempersiapkan, tapi ternyata masih terjadi kondisi insidental di luar kemampuannya. Memang ini event kali pertama dilaksanakan Biro Santa Clara, sehingga kami perlu mohon masukan/saran/usul dari semua pihak agar ke depan lebih terkontrol dan terkendali serta bisa melayani dengan lebih baik dan memuaskan.

Juju Supriyadi

Santa Clara Indonesia

***

Vasektomi

Tulisan ini untuk mendukung program pemerintah di bidang keluarga berencana khususnya di Banjarnegara. Vasektomi saya waktu itu dilakukan 2 Februari 1991 oleh dokter lsmairin di RSU dengan alat gunting bedah tanpa operasi. Dalam prosesnya yang dipotong hanya saluran sperma, sedang saluran zat semen tetap utuh.

Hal ini agar laki-laki masih merasakan kenikmatan. Sedangkan sperma yang tidak dikeluarkan akan diserap kembali oleh tubuh dan diolah menjadi energi. Dengan demikian saya sudah 16 tahun divaksetomi ternyata masih kuat, josss serta memuaskan. Sebelum proses vaksetomi dilakukan, harus ada kesepakatan bersama dengan istri agar tidak digunakan dan ini komitmen yang tidak boleh dilanggar.

Suwanto

Jl Puteran, Banjarnegara


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA