logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 20 Juni 2007 NASIONAL
Line

Sukses, Uji Coba Roket Produksi LAPAN

GARUT- Uji coba roket-roket buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berjalan sukses. Sebelas dari 12 roket yang diuji coba, meluncur mulus. Uji coba peluncuran roket dilakukan di Fasilitas Uji Terbang Roket LAPAN Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Selasa (19/6). Peluncuran yang sebelumnya diagendakan mulai pukul 07.30 molor. Salah satu penyebabnya adalah cuaca buruk yang mengakibatkan helikopter yang membawa para pejabat gagal menuju di lokasi.

Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan Menristek Kusmayanto Kadiman batal menghadiri peluncuran roket ini. Sementara KSAL Laksamana Slamet Subiyanto terpaksa harus menuju lokasi melalui jalur darat setelah helinya juga tidak bisa menjangkau lokasi. Begitu KSAL tiba, beberapa saat kemudian peluncuran pun dilakukan, dengan dipimpin Ketua LAPAN Adi Sadewo Salatun.

Ada 12 buah roket yang diluncurkan, yang terdiri atas empat jenis roket, yaitu RX-250, RX-150, RX-100 locon, dan RX-70FFAR. Roket paling kecil adalah RX-70FFAR yang berdiameter 70 mm dengan jarak jangkau 4,1 km. Sementara roket paling besar adalah RX-250 yang berdiameter 250 mm dengan jarak jangkau mencapai 51,3 km.

RX-250 memiliki panjang 4,2 meter, dengan berat total 243,2 kg, berat muatan 50 kg, dan waktu pembakaran sebelum meluncur 10 detik. Bentuknya seperti kapsul dengan sayap 4 buah di ujungnya. Badan roket berwarna putih dengan ujung kapsul berwarna merah. Di ujung-ujung sayap juga ada garis merah.

Roket yang tidak mulus diluncurkan adalah satu dari empat buah roket jenis RX-70.

Adi Sadewo Salatun mengatakan, pada 2008, LAPAN akan memproduksi roket cair yang berjarak jangkau cukup jauh, sekitar 300-400 km. "Saat ini masih dalam proses," kata dia.

Produksi Sendiri

Selain itu, kata dia, LAPAN juga akan memproduksi sendiri bahan bakar roket, ammonium perchlorate. "Targetnya nanti 1 bulan kami bisa memproduksi 1 ton pada tahun 2010. Sekarang hanya 4 kg per bulan," jelas dia.

Mengenai roket-roket yang diluncurkan hari ini, Adi Sadewo menjelaskan roket tersebut merupakan roket balistik yang digunakan untuk keperluan aplikasi penginderaan jarak jauh, penelitian atmosfir, pemantauan cuaca, serta peluncuran satelit. "Untuk alat pertahanan, kami akan mengembangkan untuk pengintaian," ujar dia.

Slamet Subijanto menyatakan, roket produk LAPAN belum digunakan TNI AL. "Saat ini TNI AL belum bisa menggunakan produk LAPAN ini. Karena untuk alat pertahanan, sebuah roket perlu spesifikasi, terutama dari kecepatan, minimal daya jangkau harus 300 km," kata dia. (dtc-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA