logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Juni 2007 PANTURA
Line

KELILING PANTURA

Ditemukan 300 Bayi Belum Berakta Kelahiran

TEGAL - Meski dalam mengurus akta kelahiran sudah digratiskan, namun semangat petugas Dinas Kependudukan Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disduknakertrans) Kota Tegal tak mengendur.

Buktinya, Disduknakertrans telah menerjunkan petugas catatan sipil ke 27 kelurahan.

Tugas mereka menjemput warga yang memiliki anak, namun belum memiliki akta kelahiran. "Ketika petugas turun di Kelurahan Margadana, dalam waktu dua jam mendapatkan 300 bayi yang belum didaftarkan ke Capil," ujar Kepala Disduknakertrans Dra Suliestyaningsih, kemarin.

Menurut dia, dari 27 kelurahan di Kota Tegal, pihaknya baru menurunkan petugas di 10 kelurahan, di Kecamatan Tegal Selatan dan Kecamatan Margadana. (aj-61)

Pelantikan Kades Diminta Ditunda

KAJEN - Sekitar dua ratus orang yang mengaku wakil warga Desa Wonokerto Wetan, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan kemarin menggelar demonstrasi di halaman Pemkab Pekalongan.

Mereka menuntut penundaan pelantikan calon kades terpilih karena diduga rentan kecurangan. "Sebelumnya ada kesepakatan antara kedua calon tidak akan menggunakan uang saat pencoblosan atau dalam mempengaruhi pemilih, " ujar Sumarjo (40), wakil salah seorang warga.

Namun, kenyataannya warga menemukan ada indikasi politik uang dan kecurangan lain untuk memenangkan salah satu calon. Ada warga yang diberi uang tiap kepala Rp 20.000.

Kabag Operasional Polres Pekalongan Kompol H Agus Salim yang menemui para demonstran mengatakan, seluruh laporan warga akan ditindaklanjuti dan diteliti. Dia minta warga memberikan bukti-bukti atas apa yang mereka adukan.

Pilkades Wonokerto digelar 27 Mei lalu dan diikuti dua calon yaitu Slamet dan Shodikin. Slamet yang bertanda gambar ketela dinyatakan sebagai pemenang setelah meraih 857 suara, selisih 24 dengan seterunya. Suara yang dinyatakan rusak sebanyak 41 buah. Pelantikan kades terpilih tahap pertama dijadwalkan Rabu besok (20/6).(G16-17)

Dikeluhkan Rencana Relokasi Pasar

TEGAL- Rencana relokasi Pasar Kimpling di Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan masih terjadi ganjalan. Pasalnya pedagang trauma apabila nanti jadi pindah khawatir pendapatan turun.

Khairi (46) pedagang kue di pasar tersebut kemarin mengatakan, masih khawatir terhadap pembeli setelah pindah nanti, walaupun lokasi yang baru cukup strategis.

Berdasarkan hasil polling Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kota Tegal, 81,45 persen pedagang memilih relokasi ke Jalan Cik Di Tiro Kelurahan Panggung. Menurut Khairi, hal ini pernah terjadi di Pasar Pak Kelurahan Randugunting, konsumen menurun dibandingkan sebelum pedagang direlokasi.

Dia juga mengeluhkan dengan relokasi itu, pedagang harus mengeluarkan biaya lagi untuk membeli kios baru. Menurutnya, alasan Pemkot Tegal Pasar Kimpling mengganggu arus lalu lintas terlalu berlebihan. Sebetulnya masih banyak kios yang masih kosong di dalam pasar.

Kepala Kantor Infokom dan Humas Kota Tegal Drs Chairul Huda mengatakan, relokasi ke Jalan Cik Di Tiro memang tepat sesuai dengan hasil polling. (J15-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA