| Selasa, 19 Juni 2007 | PANTURA |
SD Srengseng 3 Rusak ParahSLAWI - SD Srengseng 3, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal sangat memprihatinkan. Sebab, sebagian bangunan terutama bagian atap rusak parah. Agar tidak ambruk, pihak sekolah memasang penyangga belandar dari bambu. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan dapat membahayakan para siswa dan guru. Jumlah ruangan juga kurang, karena hanya tiga. Padahal, jumlah siswanya 112 anak. Untuk itu, pihak sekolah terpaksa menjadikan satu ruangan untuk dua kelas. Masing-masing kelas dibatasi dengan penyekat setinggi dada orang dewasa. Kepala SD Srengseng 3 R Triana EW mengatakan, satu ruangan terpaksa dipergunakan untuk dua kelas. Sebab, ruangannya tidak cukup. Meliputi satu ruangan untuk kelas 1 dan 2, serta satu ruangan lainnya untuk kelas 3 dan 5. Sedangkan, pembelajaran kelas 6 dilaksanakan di SD Srengseng 1 yang berada dalam satu komplek dengan sekolah itu. "Kami tidak memiliki siswa kelas 4. Sebab, saat pendaftaran, hanya ada dua anak yang mendaftar. Akhirnya, mereka dimasukkan ke SD Srengseng1," jelasnya. Dia mengatakan, kondisi ruangan tersebut sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Saat, turun hujan atau ada angin kencang pihaknya tidak berani menempati ruangan tersebut. Terpaksa Keluar "Kalau hujan lebat dan angin kencang kami terpaksa keluar," ujarnya. Ketua Komisi D DPRD Sofiyudin SAg MPd mengatakan, sekolah tersebut mendesak untuk segera diperbaiki. Apabila anggaran perbaikannya belum masuk dalam APBD 2007 ini, maka akan diusulkan dalam perubahan anggaran mendatang. "Jumlah sekolah yang rusak di Kabupaten Tegal itu masih cukup banyak sekitar 236 sekolah yang tersebar di 18 kecamatan. Sedangkan SD rusak yang paling banyak jumlahnya berada di Kecamatan Bumijawa, Bojong, dan Jatinegara. Targetnya, tahun 2009 mendatang semua sekolah yang rusak sudah diperbaiki," terangnya. Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pagerbarang Suharno DS SPd mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan penambahan ruang kelas baru. (H3-52) |