logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Juni 2007 NASIONAL
Line

3 RSUD Raih ISO 9001:2000


SM/Dicky Priyanto SERAHKAN PENGHARGAAN :Gubernur Mardiyanto menyerahkan penghargaan ISO 9001:2000 kepada salah satu direktur RSUD dr Moewardi Solo, dr Mardiyatmo SpRad di Grhadika Bakti Praja, semalam.(30)

SEMARANG- Tiga rumah sakit yaitu RSUD dokter Moewardi (Surakarta), RSUD Prof dokter Margono Soekarjo (Purwokerto), dan RSUD Tugurejo (Semarang) serta Balai Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Paru (BP4) Semarang melaksanakan ISO 9001:2000. Pencanangan program dilakukan semalam di Grhadika Bakti Praja.

Gubernur Jateng Mardiyanto mengatakan, pelaksanaan ISO merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntutan pasar. Selain itu, guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan rumah sakit pemerintah.

''Harus diakui, sebagian masyarakat masih memiliki anggapan bahwa pelayanan kesehatan RS swasta lebih baik. Untuk itu, Pemprov secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan terus melakukan pembenahan fisik dan administrasi pada tiga RSUD dan BP4 berdasarkan sistem manajemen mutu (SMM),'' ujarnya.

Pencanangan ISO dihadiri Menneg PAN Taufik Effendi, Muspida Jateng, bupati/wali kota se-Jateng, dan para direktur RSUD dan RSJ Jateng.

Ia berharap dengan pencanangan ini, kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dan BP4 semakin besar. Sekda Jateng Mardjijono menyatakan, proses sertifikasi ISO dilakukan sejak Januari-Desember 2006.

Pada RSUD pendampingan dilaksanakan oleh konsultan PT Surveyor Indonesia. Sementara untuk BP, pedampingan oleh Pusat Manajemen Pelayanan dan Kesehatan (PMKP) UGM, sedangkan sertifikasi oleh SAI Global.

''Maksud pencanangan ISO 9001:2000 yakni agar kualitas pelayanan kesehatan dapat terukur melalui penerapan SMM, sehingga masyarakat selaku obyek pelayanan merasa puas,'' katanya.

Dia menyatakan, pencanangan pelaksanaan ISO didasarkan pada keputusan Menneg PAN tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik, penyusunan indeks kepuasan masyarakat unit pelayanan instansi pemerintah, dan petunjuk teknis transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pelayanan publik, serta Perda No 9/2005 tentang APBD.

61% Desa

Acara semalam juga diisi dengan penyerahan SK pengangkatan 1.129 bidan PTT, yang secara simbolis diserahkan pada Bupati Rembang, Purbalingga, dan Kebumen.

Gubernur mengakui masih ada kendala guna memenuhi rasio ideal 1:1 tenaga bidan di setiap desa di Jateng.

''Hingga akhir 2006, baru 61% desa yang memiliki bidan. Alhamdulillah, per 1 April 2007 telah ditetapkan persetujuan pengangkatan bidan PTT sejumlah 1.129 orang, sehingga secara akumulatif jumlah tenaga bidan di Jateng berjumlah 6.150 orang (75%),'' ungkapnya.

Ia berjanji akan segera mengusulkan kekurangan itu, sehingga keberadaan bidan di masa mendatang sesuai dengan rasio.

Gubernur meminta kepada para bupati untuk segera menerbitkan SK penempatan bidan PTT di desa-desa untuk mendukung penguatan lembaga dan kinerja Poliklinik Kesehatan Desa (PKD).(H7,H37-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA