logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Juni 2007 NASIONAL
Line

Tinggal Mencari Tanggal Pernikahan

SENIN pagi Dusun Modinan dibangunkan dengan teriakan panik dari rumah Muhadi, warga RT 01 RW 04. Sejumlah warga segera menghentikan aktivitasnya dan bergegas menuju rumah tersebut.

Budi Harjo, anak Muhadi, dan pacarnya Novalina Kusumadewi ditemukan kejang dan tersungkur di pintu kamar setelah minum insektisida. Meski dibawa ke rumah sakit, jiwa keduanya tak tertolong.

Padahal baru seminggu lalu mereka melangsungkan acara tukar cincin yang menandakan keseriusan hubungan tersebut. Tangis histeris Hartini, ibu Budi Harjo, tak terbendung lagi setiap kali teringat putra bungsunya yang tewas dengan cara bunuh diri.

Warga yang datang melayat tak mampu menghibur hatinya.

Sambil menahan air mata, Muhadi menuturkan, saat peristiwa itu dirinya di belakang rumah. Dia dikejutkan teriakan histeris istrinya dari dalam rumah. Tak disangka ternyata anak dan calon mantunya telah menegak racun.

Ada dugaan, kenekatan pasangan itu erat hubungannnya dengan penundaan pernikahan mereka yang seharusnya dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, merujuk perhitungan Jawa yang masih dianut masyarakat, tidak boleh menikahkan anak lebih dari satu kali pada tahun jawa yang sama.

"Rencana pernikahan memang sudah ada tapi belum ada tanggalnya. Saya ini kan masih mengumpulkan uang dulu untuk menikahkan mereka, tapi kok malah jadi begini," ujarnya sambil mengusap wajahnya yang mulai basah.

Belum lama berselang, keluarga tersebut memang baru saja menikahkan kakak Budi. Anak tersebut dikenal sebagai pria yang baik dan tidak neka-neka. "Dia itu sering ikut kegiatan pemuda, di lingkungan juga ramah. Nova juga begitu, dia sudah baik dengan tetangga di sini," ujar Ketua RT 01 RW 04 Modinan, Joko Sutrisno.

Menurut salah satu anggota keluarga Budi yang enggan disebut namanya, biasanya anak itu datang ke rumah bersama pemuda desa lainnya untuk sekedar ngobrol atau makan. Namun, beberapa hari terakhir ini, jarang dilakukan. Apakah saudaranya tersebut sedang punya masalah serius atau tidak, dia tidak tahu perisis.

Pemuda tamatan SMP itu sehari-harinya bekerja sebagai perajin alat rumah tangga.

Adapun Nova menjadi penyanyi di sejumlah acara perkawinan. Sekarang hubungan dua sejoli yang telah berlangsung sekitar enam bulan itu hanya dapat dikenang lewat foto yang selama ini tersimpan rapi di dompet Budi.

Saat warga sibuk mempersiapkan pemakaman, Muhadi hanya bisa tertunduk di teras rumah. (Dini Tri Winaryani-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA