logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Juni 2007 MURIA
Line

SMK Negeri 1 Jepara Terima Sertifikat ISO

JEPARA- Pemerintah akan meningkatkan jumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pada 2010 ditargetkan jumlah lulusan SMK sama dengan lulusan SMA. Lulusan SMK dinilai menjadi tenaga terampil dan berpeluang besar bisa diterima sebagai tenaga kerja profesional.

Demikian dikatakan Direktur Pembinaan SMK Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Joko Sutrisno, di Jepara, Senin (18/6). "Secara nasional, jumlah lulusan SMK pada 2007 hanya 2,4 juta siswa. Sedangkan SMA jumlah lulusannya 3,2 juta. Pada 2010, kami targetkan jumlah lulusan SMK dan SMA sama," kata dia saat menghadiri penyerahan sertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001-2000 oleh PT TUV NORD kepada SMK Negeri 1 Jepara, di sekolah setempat. Kegiatan itu di antaranya juga dihadiri Kepala Dinas P & K Provinsi Jateng Widadi dan Bupati Jepara Hendro Martojo dan Ketua Dewan Pendidikan Jepara I'tishom Solhan.

Joko Sutrisno menjelaskan, pada 2007 ini upaya tersebut dilakukan Diknas dengan menambah sekolah-sekolah SMK dan memberikan bantuan alat praktik untuk sekolah-sekolah, baik yang sudah mapan dan dalam taraf pengembangan maupun yang baru merintis. "Upaya ini mendapatkan dukungan dari Depdiknas, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di daerah-daerah," katanya.

Ia menyebut, lulusan SMK sangat dibutuhkan di dunia kerja. Berbekal kemampuan praktik selama studi, anak-anak lulusan SMK adalah tenaga profesional di bidang yang ditekuninya.

Standar Internasinal

Sertifikat SMM ISO 9001-2000 untuk SMK Negeri 1 Jepara adalah yang pertama. Sebelumnya pada awal 2007 SMK Negeri 2 Jepara yang fokus di bidang kerajinan kayu, tekstil, dan keramik juga menerima sertifikat serupa, namun dari lembaga yang berpusat di Inggris.

Branch Manager PT TUV NORD Surabaya, Samuji ST yang menyerahkan sertifikat mengatakan, sertifikat tersebut diterbitkan untuk sekolah setempat karena produk dan di pembelajaran di sekolah memenuhi standar internasinal. "Jaminannya adalah lembaga kami. Jika sertifikat yang kami terbitkan ini dikeluhkan masyarakat, maka lembaga kami akan runtuh," kata dia dengan menyebut pusat kantor PT TUV NORD ada di Jerman.

Kepala SMK Negeri 1 Jepara, Ade Sopiali SPi mengatakan, sekolahnya memiliki lima program keahlian, yaitu Teknologi Hasil Pertanian, Budidaya Perikanan, Nautika Perikanan Laut, Teknik Mekanik Otomotif, dan Teknologi Hasil Perikanan. "Sertifikat ini akan menjadi titik awal sekolah kami untuk menjadi lebih baik ke depan," katanya. (H15-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA