logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Juni 2007 SEMARANG
Line

''Pilih Calon Sekda dengan Profesionalisme''

SALATIGA - ''Calon sekretaris daerah (Sekda) pengganti Sutedjo hendaknya dipilih dengan penuh profesionalisme tanpa adanya tekanan politik. Jabatan sekda bukan jabatan politis tapi karir. Jabatan sekda merupakan jabatan sentral dalam pemerintahan kota, oleh karena itu, pemilihan sekda jangan bergeser pada orientasi dan pertimbangan politis tetapi didasarkan pada aspek profesionalisme. Selain itu faktor senioritas dan kepangkatan birokratis juga perlu menjadi tekanan,'' kata Paulus Tri Arso, Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) DPC PAN Kota Salatiga, belum lama ini.

Dia berharap, Kota Salatiga dikelola secara proporsional, yang seimbang antara kepentingan politik dan profesionalisme, termasuk dalam pemilihan sekda.

''Jangan sampai ada pertimbangan-pertimbangan politis yang menyebabkan calon yang lebih profesional jadi tersisih akibat permainan politik di dalamnya,'' katanya.

Sejauh ini telah ada enam pejabat Pemkot yang masuk dalam bursa calon Sekda. Keenam pejabat itu, Dra Sri Sejati K, yang saat ini menjabat sebagai Asisten Administrasi, Ir Tri Susilo Budi (Asisten Tata Praja), dr Kuncoro (Direktur Badan Pengelola RSUD Salatiga), Drs Agus Rudianto MM (Kepala Dinas Perhubungan), Drs Cholil As'ad (Kepala Badan Pembangunan Daerah), dan Daryadi SH yang menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah.

Tri Arso mengatakan, gambaran sosok pejabat Sekda yang ideal adalah mereka yang sudah mencapai tataran senioritas dan pernah memegang lintas dinas, sehingga tahu bagaimana medan kerjanya nanti. Sekda juga harus memiliki kemampuan manajerial yang bagus dan bisa menjadi motor eksekutif untuk membangun dan menjalin komunikasi aktif dan efektif dengan Dewan (legislatif). Meskipun demikian, sekda juga tidak boleh kebablasan dalam menjalin komunikasi aktif dengan legislatif, tetapi bekerja sesuai proporsionalitas dan profesionalisme yang tinggi.

''Bagaimanapun, Sekda terpilih nanti merupakan usulan Wali Kota. Jangan sampai wali kota salah usul dan di kemudian hari Sekda tersebut diusulkan untuk dicopot dari jabatannya karena tersandung kesalahan-kesalahan tertentu,'' kata Tri Arso. (J12-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA