| Selasa, 19 Juni 2007 | SEMARANG |
Argomulyo Terancam KekeringanARGOMULYO- Juli dan Agustus diperkirakan beberapa wilayah di Kecamatan Argomulyo mulai kekeringan, sehingga banyak sumur warga yang bakal mengering. Menjelang musim kemarau ini, kebutuhan air bersih dari sumur warga hanya difungsikan untuk melayani kebutuhan pokok seperti masak dan mandi. Camat Argomulyo Dra Siti Nur Solikhah menjelaskan, untuk mengantisipasi kekeringan yang berdampak pada kekurangan air, kecamatan akan meminta bantuan droping air bersih minimal sepekan sekali. Bantuan tersebut akan diajukan pada PDAM Kota Salatiga dan PDAM Kabupaten Semarang. ''Jika memang kebutuhan air sudah mendesak akibat kekurangan air, kami akan segera meminta bantuan agar mendroping air bersih,'' kata Siti, Senin (18/6). Menurutnya, lokasi yang paling parah mengalami kekeringan, terutama di Kelurahan Randuacir, Kelurahan Noborejo, dan Kelurahan Kumpulrejo. Sedangkan yang paling parah Dukuh Ngronggo, karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya 40 persen wilayah tersebut selalu dilanda kekeringan . Selalu Kekurangan Salah satu upaya untuk mengatasi kekurangan air bersih sebagai dampak musim kemarau, Siti berharap agar sumur artesis atau sumur bor yang telah dibangun Pemkot dapat segera difungsikan. Sebab, masyarakat Dukuh Ngoronggo, Dukuh Randuares, dan lainnya tempat sumur bor dibangun, berharap mendapatkan air dari sumur tersebut. Berdasarkan catatan, setiap tahun saat musim kemarau, warga tiga kelurahan tersebut selalu kekurangan air bersih, karena sumur mereka mulai mengering. Warga terpaksa mencari sumber air dari daerah lain. Data Kantor BPS, Kelurahan Randuacir dan Kumpulrejo sudah tidak memiliki lahan sawah, karena kondisi daerah itu sangat kekurangan air. Karena kekurangan air yang terjadi setiap tahun, Pemkot melalui DPU kemudian membangun sumur artesis. Namun, hingga kini sumur yang telah dibangun belum juga dioperasikan. (H2-37) |