logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Juni 2007 SEMARANG
Line

Air Irigasi Cukup

GROBOGAN- Tinggi permukaan air Waduk Kedungombo hingga kemarin masih 81,3 meter di atas permukaan laut (dpl). Kondisi itu terjadi karena mulai berkurangnya intensitas air hujan di Kabupaten Grobogan.

Menurut Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Grobogan Ir Rudi Atmoko, dengan tinggi permukaan air sekitar 81,3 meter, saat ini Grobogan menerima kucuran air 50 m3/detik.

Air tersebut untuk memenuhi kebutuhan irigasi dan air bersih. Hanya saja, pasokan air yang kemudian dialirkan ke sejumlah bendungan memang belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan. ''Seperti Bendung Sidorejo yang digunakan untuk memenuhi 6.000 hektare sawah, hanya bisa dialiri separonya. Demikian juga dengan Bendung Sedadi, hanya separonya yang bisa tercukupi dari aliran Kedungombo,'' jelas Rudi Atmoko.

Dia mengemukakan, dari luas areal persawahan sekitar 48.000 hektare, aliran air dari Kedungombo menyumbang 30% di antaranya. Air dari Kedungombo memang tidak sepenuhnya bisa dipakai, mengingat sejumlah daerah juga memanfaatkan, seperti Demak, Pati, dan Kudus. Meski demikian, pasokan air di Grobogan masih aman. Sebab, persediaan pemenuhan air bagi irigasi tidak hanya mengandalkan pasokan dari Waduk Kedungombo.

Bendungan Dumpil, Gelapan, Lanang, dan Klambu, diperkirakan masih bisa dimaksimalkan untuk membantu petani mempersiapkan musim tanam (MT) I. ''Yang jelas, saat ini sebagian petani telah memasuki musim panen, sehingga belum terlalu memikirkan kebutuhan air,'' tuturnya.

Petani Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Agus meminta Pemkab mempersiapkan pengaturan irigasi lebih baik untuk menyongsong MT I. Hal yang sama diungkapkan Slamet, petani Kelurahan Kuripan, Purwodadi. (hs-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA