| Selasa, 19 Juni 2007 | SEMARANG |
Ditertibkan, Ambil Air secara LiarDEMAK- Sejumlah pompa air milik petani di sepanjang sungai di Karanganyar dan Gajah ditertibkan oleh tim yustisi Pemkab Demak. Operasi penertiban pompa yang mengambil air secara liar itu, untuk menyelamatkan 5.000 hektare padi di Kecamatan Wedung yang mulai kekurangan air. Pasalnya, pengambilan air secara liar dalam jumlah besar telah menyebabkan debit air sejumlah sungai yang berfungsi sebagai irigasi di Wedung, berkurang drastis. Akibatnya, pertanian di daerah tersebut kekurangan air. Sejumlah petani yang mengetahui kedatangan petugas langsung mengambil diesel pemompa air yang mereka pasang di tanggul sungai. Namun, ada pula yang ditinggal pemiliknya, sehingga langsung diamankan petugas. Kepala Kantor Sapol PP Agus Supriyanto SH mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Selama ini para petani sudah diperingatkan agar tidak mengambil air secara liar. Sebab, untuk pertanian yang dekat dengan irigasi seharusnya menanam palawija, bukan padi. Akan tetapi, mengetahui air masih banyak, mereka pun menanam padi. Hal itu menyebabkan 5.000 hektare sawah yang ditanami padi di Mijen dan Wedung, kesulitan air. ''Dalam operasi yustisi petugas pertanian langsung memberikan penyuluhan kepada para petani agar mematuhi pola tanam,'' katanya. (H1-37) |