| Selasa, 19 Juni 2007 | SEMARANG |
40 Pemuda Ikuti Pelatihan Merawat Bayi dan LansiaSEMARANG - Sebanyak 40 pemuda-pemudi putus sekolah sedang mengikuti pelatihan teknis kejuruan perawatan bayi, balita serta lansia. Kegiatan itu diselenggarakan atas kerja sama Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK) Duta Asih Semarang dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng. Program itu dilaksanakan di Wisma Langen Werdhasih, Lerep, Ungaran. Yang menarik, pelatihan diikuti kalangan pemuda. Selama ini kegiatan menyangkut perawatan bayi dan balita, juga lansia, lebih banyak diminati kaum putri. Pelatihan dibuka Ny Effi Mardiyanto, selaku Ketua Umum Badan Kerja Sama Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKSS) Provinsi Jateng. Dua Sasaran Dalam sambutannya Ny Effi menyatakan, penghargaan kepada Disnakertrans dan LPK Duta Asih yang memprakarsai penyelenggaraan pelatihan tersebut. Program itu sangat penting menyangkut dua sasaran, yaitu mengurangi pengangguran dengan mengentas pemuda putus sekolah, dan untuk meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita serta para lansia. Diingatkan, angka pengangguran di provinsi ini sekarang masih tinggi, yakni pengangguran terbuka pada awal 2007 menunjukkan angka 8,10 persen atau 1.436.888 orang, kemudian dari angkatan kerja secara keseluruhan sebanyak 17.737,595 orang. Namun bila dibandingkan dengan jumlah pengangguran terbuka pada awal 2006 menunjukkan penurunan 0,10 persen. Pada awal tahun 2006 tingkat pengangguran terbuka berada pada angka 8,20 persen. Dikatakan, tenaga-tenaga terlatih untuk merawat bayi, balita dan lansia, makin dibutuhkan masyarakat. (sn-18) |