| Selasa, 19 Juni 2007 | SEMARANG |
Kini Masih Banyak DermawanSEMARANG - Di tengah keterpurukan bangsa, sesungguhnya dalam masyarakat sekarang ini masih banyak dermawan. Yakni, orang-orang yang dengan ikhlas bersedia membantu orang/pihak lain yang membutuhkan. Bahkan, mereka kadang-kala tidak mau diketahui identitasnya. ''Saya bisa bicara seperti ini, karena mengalami sendiri. Tiba-tiba ada orang yang mengirimkan uangnya ke rekening saya untuk membiayai pendidikan anak-anak tak mampu yang saya asuh, tanpa mau menyebutkan identitasnya,'' kata KH Nurhadi Rosyid di depan jamaah pengajian PAPB Kelurahan Palebon, Pedurungan, Minggu lalu. Dalam acara yang dihadiri Ketua Yayasan Amal PAPB Prof Dr HM Ali Mansyur SH, CN, MHum dan Kepala Kelurahan Sumbangsih SSos itu juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Taman Pendidikan Quran (TPQ) di lingkungan Masjid Nurul Iman. Ir Sudarwoto, ketua panitia pembangunan, menjelaskan gedung akan dibangun dua tahap dengan dana sekitar Rp 800 juta. Kesenjangan Karena itu, tambah Nurhadi Rosyid yang mengasuh 400 anak tak mampu, potensi kedermawanan masyarakat haruslah digali dan dikelola dengan baik, sehingga membuahkan kemajuan dan peningkatan kesejahteraan umat. Selain itu, juga diharapkan bisa mengurangi terjadinya kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin. Sebab, jika jarak kesenjangan itu tidak diatasi, bisa menimbulkan kecemburuan sosial, bahkan revolusi sosial. Tetapi, lanjutnya, untuk menjadi dermawan tidak harus menunggu setelah memiliki harta berlimpah. Siapa pun bisa menjadi dermawan, asal ada niat dan kemauan sebagaimana dianjurkan dalam ajaran agama. Jika tidak bisa mendermakan hartanya, bisa dengan tenaga atau pikirannya. (C2-18) |