logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 19 Juni 2007 EKONOMI
Line

Konsumen Pesimistis Kondisi Ekonomi

SEMARANG- Tingginya harga minyak goreng di pasaran memicu penurunan keyakinan konsumen terhadap kondisi perekonomian saat ini. Kondisi itu diperparah oleh adanya fenomena kelangkaan gas elpiji dan harga beras, sebagai kebutuhan pokok masyarakat, yang masih tinggi.

Koordinator Bidang Bank Indonesia Semarang, Lambok A Siahaan, mengatakan hasil survei konsumen pada Mei 2007 menunjukkan pesimisme konsumen. Meski pemerintah sudah berupaya menggelontor minyak goreng operasi pasar bekerja sama dengan perusahaan minyak goreng, namun nyatanya tindakan itu belum mampu berhasil optimal. Pasalnya hal itu belum membantu terjadinya penurunan harga komoditi itu. Pesimisme masyarakat ini tergambar pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2007 yang menurun menjadi 94,17. Sedangkan, IKK periode sebelumnya 96,56.

''Di sisi lain, masyarakat masih menaruh harapan terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang yang diperkirakan lebih baik,'' katanya Senin (18/6).

Indikator harapan di tengah pesimisme itu lebih baik adalah adanya optimisme yang muncul akibat penguatan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di sisi makro ekonomi. Di samping itu, juga ditandai adanya penurunan BI rate pada level 8,5%. Ekspektasi akan membaiknya kondisi ekonomi ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang berada pada level 105,78, meskipun sedikit menurun dibanding bulan April 2007 sebesar 110,67.

Selain melakukan operasi pasar untuk menekan gejolak kenaikan harga minyak goreng, Pemerintah juga telah mempercepat keluarnya Paket Kebijakan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan UMKM. (H22-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA