| Selasa, 19 Juni 2007 | BANYUMAS |
Jualan Es Klamud Untung Rp 350 Ribu/HariMINUM es kelapa muda (es klamud) tentunya sangat nikmat di siang hari yang panas. Kelapa muda itu akan terasa lezat bila dicampur sirup. Hampir di setiap restoran di Kota Purwokrto selalu menyediakan menu es kelapa muda. Kini untuk memperoleh es klamud begitu mudah, para penjualnya menjajakan di sudut jalan dan gang atau tempat keramaian lainnya. Pembeli es klamud ramai bukan hanya menjelang berbuka puasa saja, tapi kapan saja. Somadi (35) pedagang es klamud paling laris. Dia biasa mangkal di pertigaan Jl Dr Suparno Timur GOR Satria, Purwokerto. Selama hampir empat tahun ini, pria asal Gombong menjual es kelapa dengan sajian alami yang jarang dijumpai di Purwokerto. Selama kurun waktu ini pula lokasi berjualan tidak berpindah-pindah. Awalnya, bapak dua anak ini, mencoba untuk berjualan es klamud yang berbeda dari yang telah ada (kemasan gelas-red). Kebanyakan dari penjual es klamud menyediakan yang sudah diserut. Untuk mencoba hal baru, dirinya berjualan kelapa muda yang dikupas namun belum diserut. Pada tahun pertama, masih berjualan menggunakan gerobak kecil, usaha dagangnya laris sampai sekarang menjadi Depot Es Kelapa Muda Tigor. Sehari 500 Butir "Saya menyediakan berbagai macam es kelapa. Ada es kelapa muda, kopyor, madu, obat sampai kelapa bakar. Harganya pun bervariasi Rp 2.000 sampai Rp 2.500,"katanya. Selain dalam butiran, tersedia juga es kelapa dalam gelas yang dijual Rp 1.500/gelas. Dari penjualan setiap butir kelapa, Somadi meraup keuntungan Rp 700. Dalam sehari omzet penjualan kelapa dapat mencari 500 butir kelapa. Ketika pulang dia bisa membawa uang Rp 350 ribu/hari. Ciri khasnya bahan pemanis minuman, konsumen tinggal memilih, memakai gula jawa atau sirup. Para pelanggan dimanjakan dengan lokasi strategis, pelanggan menikmati es kelapa sambil nongkrong di lokasi menuju GOR Satria. ''Saya senang nongkrong di sini karena bisa cuci mata,''kata Miming, seroang pelanggan. (Khoerudin Islam- 55) |