| Senin, 18 Juni 2007 | SEMARANG |
Otto PattinasaranyKembangkan Refleksi Tanpa Rasa SakitSALATIGA- Kebanyakan orang takut memijatkan tubuhnya yang mengalami kelainan syaraf dan peredaran darah tidak lancar, karena takut merasa sakit pada bagian tubuh yang dipijat. Namun, ada teknik baru pemijatan yang dikembangkan pria bernama Otto, sehingga orang tidak merasa tubuhnya kesakitan ketika dipijat. Ya, pria bernama lengkap Otto Pattinasarany itu telah mengembangkan metode baru yang disebutnya accupresure moderen. Menurut pria asal Ambon Maluku, kelahiran Jakarta tersebut, dengan cara itu keluhan sakit saat pemijatan, bisa dibuat tidak dirasakan oleh penderita kelainan. ''Ini merupakan teknik baru yang saya kembangkan,'' ujar pria yang awalnya tidak ingin cara memijat itu dipublikasikan. Teknik tersebut, dikembangkan setelah dia belajar akupuntur dan ilmu pemijatan pada tahun 1985 silam. Menurutnya, ada orang sangat takut dengan suntikan jarum dan pijatan yang menimbulkan sakit, maka dia mencari cara agar orang tidak merasa kesakitan. Menariknya, saat akan memijat, dia cukup membagi-bagi bidang dengan ukuran tertentu, pada pusat saraf tubuh dengan menggunakan kuku tangannya. Kemudian bagian pusat syaraf yang telah dibagi tersebut diusapkan dengan tangannya. Awalnya banyak orang yang tidak percaya jika dengan cara itu tidak menimbulkan sakit, tetapi setelah dicoba orang baru percaya. Namun jika bagian bidang syaraf tersebut belum dibagi dengan kuku tangannya tetapi langsung diusap dengan jari tangan Otto, maka orang yang mengalami kelainan syaraf dan peredaran darah, akan merasa sakit. ''Saat diusap langsung dengan tangan dan terasa sakit berarti terjadi kelainan pada tubuhnya,'' ujarnya saat ditemui di rumahnya Jalan Kalinyamat 24D. Andy Susanto, orang tua dari seorang anak penderita kelainan pada mata awalnya tidak percaya. Tetapi setelah beberapa waktu mengikuti terapi, anaknya bisa sembuh. Begitu juga dengan Siswandi warga Tembalang Kota Semarang baru percaya dengan cara itu, setelah orang tuanya Sofiah (75) dapat berjalan setelah menderita stroke. (H2-16) |