| Senin, 18 Juni 2007 | SEMARANG |
Pemuda Harus Menjadi PemimpinBALAI KOTA- Sebagai agent of change (agen perubahan), generasi muda seharusnya bisa memposisikan diri bukan hanya chairman (ketua) tetapi juga sebagai leader (pemimpin) dalam organisasi atau lembaga yang digelutinya. Sebab, tidak semua orang mampu menjadi pemimpin, bahkan yang sudah menjabat ketua sekali pun. Hal itu disampaikan Ketua PWNU Jateng, Drs H Moh Adnan MA dalam sarasehan kepemimpinan ''Revitalisasi Peran Pemuda sebagai Agent of Change dalam Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Menyongsong SPA 2007'', di lantai 8 Gedung Moch Ichsan, Sabtu (16/6). Seminar yang diadakan DPD KNPI Kota Semarang dan Pemuda Bulan Bintang Kota itu, menghadirkan Sekda Kota Drs H Soemarmo HS, YMT Kepala BKD Kota Drs Herijadi MSi, Ketua DPD KNPI Kota M Imron SH, dan Ketua DPD KNPI Jateng Hendi Hendrar Prihadi SE MM, serta peserta dari organisasi kepemudaan. Adnan menambahkan, dewasa ini agent of change justru disalahgunakan anak-anak muda yang merusak ketentraman bangsa. ''Anak muda sekarang generasi cerdas, bahkan ada yang memilih jadi pengikut Abu Dujana dan belajar di Afganistan untuk membuat bom,'' ungkap dia. Soemarmo HS menyatakan, generasi muda harus kreatif menciptakan lapangan kerja, dan kritis serta jeli terhadap berbagai permasalahan di Kota Semarang. Selain itu bersama-sama pemerintah mewujudkan good governance. Program SPA sendiri dinilai membutuhkan dukungan warga Semarang, termasuk generasi muda yang diharapkan bisa ikut berpartisipasi membangun kotanya. Dalam sarasehan kepemimpinan itu, juga diberikan bantuan stimulan sebagai bentuk kepedulian KNPI kepada 35 organisasi kepemudaan dan 16 PK KNPI se-Kota Semarang. (J14,apr-56) |