| Senin, 18 Juni 2007 | SEMARANG |
Mengembalikan Masa Depan OlahragawanMENJADI atlet berprestasi dan mengharumkan nama daerahnya pasti membanggakan. Namun keprihatinan muncul tatkala masa gemilangnya harus kandas, lantaran atlet mengalami cedera dan tidak mendapatkan penanganan cukup memadai. Jangankan emas, untuk menjalani kehidupan sehari-hari secara normal pun sulit. Masih minimnya penanganan cedera atlet itu, mendorong RS Telogorejo membuka klinik khusus penanganan cedera akibat olahraga. Klinik bernama Telogorejo Sports Injury Clinic itu, diklaim baru kali pertama yang ada di Kota Semarang bahkan di Indonesia. Pembukaan klinik tersebut dilakukan Sabtu (16/6). Direktur RS Telogorejo dr Imelda Tandiyo RDCS FASE mengungkapkan, selain pelayanan cedera olahraga, pihaknya juga berupaya melakukan edukasi publik dengan mengadakan forum diskusi dengan menggandeng sejumlah klub olahraga. ''Mudah-mudahan klinik ini dapat membantu masa depan atlet yang cedera sehingga dapat kembali berlaga. Sebab, jika tidak ditangani dengan baik, cedera atlet tidak akan pulih dengan sempurna sehingga mempengaruhi aktivitasnya.'' Penanganan komprehensif itu, lanjut dia, memang ditekankan dalam pelayanan di klinik cedera itu. Yaitu mulai ahli rehabilitasi medik, syaraf, gizi hingga bedah tulang juga dapat dilakukan. Tak hanya atlet, masyarakat pun bisa memanfaatkannya mengingat cedera juga bisa menimpa siapa saja. Mulai kalangan ibu rumah tangga yang melakukan gerakan yang tidak biasa dilakukan, seperti mencuci atau memeras pakaian. Tak terkecuali tukang kayu, sopir truk, bahkan profesi dokter gigi pun tak lepas dari kemungkinan cedera. Ke depan, pihaknya berharap klinik tersebut akan terus dikembangkan. Termasuk, fasilitas kebugarannya karena sekarang ini sudah tersedia ruang fitness, rehabilitasi medik, peralatan penanganan trauma/ cedera otot seperti terkilir, konsultasi psikologi, gizi, dan syaraf, serta sport track untuk lari. (Modesta Fiska-56) |