| Senin, 18 Juni 2007 | SEMARANG |
SUDUT PANDANGJaga Netralitas Remaja MasjidTAK mudah bagi organisasi sebesar Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) untuk menjaga netralitas dari politik praktis. Potensi besar remaja masjid yang bergabung di dalamnya, membuat banyak kalangan melirik organisasi itu untuk meraih dukungan. Terlebih, pada saat menjelang pilkada atau pilgub seperti sekarang. Tantangan itulah yang sekarang berada di pundak Fatquri Busyeri, ketua DPW BKPRMI Jateng periode 2007-2010. Alumnus Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo itu baru saja terpilih kembali pada musyawarah wilayah (muswil) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Sabtu (16/6) lalu. Kepala Tata Usaha MAJT itu memperoleh 19 dari 27 suara DPD yang hadir dalam muswil, mengungguli Multazam Ahmad 5 suara, Ahmad Suhari 2 suara, dan Sujadi 1 suara. Pada muswil itu, Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Dr H Noor Achmad MA secara aklamasi terpilih kembali menjadi Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW). ''Menunjukkan bahwa BKPRMI benar-benar netral memang tidak mudah. Kami perlu bekerja keras untuk meyakinkan kalangan internal BKPRMI dan juga pihak luar soal itu,'' kata Fatquri, Minggu (17/6). Pria kelahiran Kendal, 29 Oktober 1967 itu mengakui, masa lalu BKPRMI yang mendukung salah satu kekuatan politik, sekarang memberi beban berat kepada para aktivis organisasi itu untuk menunjukkan netralitas. Pada periode pertama kepemimpinannya, dia banyak berkeliling ke kabupaten/kota untuk mengampanyekan ketidakberpihakan itu. ''Alhamdulillah, setapak demi setapak tumbuh kepercayaan terhadap BKPRMI,'' ujar ayah tiga anak, dari pernikahannya dengan Sulistiyani SE tersebut. Susun Program Persoalan menjaga netralitas merupakan salah satu program DPW BKPRMI Jateng selama tiga tahun ke depan. Di luar itu, masih banyak tantangan mengadang, terutama untuk menujukkan peran pemuda dan remaja masjid, sebagai pilar utama pengelolaan tempat ibadah tersebut. ''Terus terang, tantangan Pak Gub agar pemuda dan remaja masjid lebih berperan dalam memakmurkan masjid, menjadi spirit bagi kami untuk mengelola organisasi ini,'' ujar Fatquri, yang juga Wakil Sekretaris KNPI Jateng. Pembina Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma-JT) itu memaparkan, ke depan BKPRMI Jateng menyiapkan pelatihan-pelatihan tentang kesiapan pemuda dan remaja masjid untuk mengelola rumah Allah tersebut menjadi lebih bagus, antara lain lewat pelatihan administrasi jamaah. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan konsep pendirian Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) di masjid-masjid, memperkuat jaringan pendidikan Alquran lewat TPQ terutama yang berbasis di masjid, serta getol mengampanyekan upaya mengatasi penyakit masyarakat atau penyakit sosial terkait prostitusi dan pornografi. ''Remaja masjid memiliki potensi yang amat besar. Dengan manajemen yang tepat, potensi itu akan bisa menjadi energi positif bagi pembangunan, terutama membangun mental bangsa,'' katanya. (Achiar M Permana-62) |