| Senin, 18 Juni 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATJam Malam DicabutBAGDAD - Warga Irak secara berangsur-angsur mulai kembali ke jalan-jalan Bagdad ketika jam malam dicabut Minggu kemarin, empat hari setelah serangan bom di sebuah masjid syiah di wilayah utara. Serangan itu memicu kekhawatiran aksi serangan balasan sektarian. Namun jam malam tetap berlaku di Kota Samarra tempat serangan bom terhadap masjid Al Askari dilakukan oleh terangka anggota Al-Qaedah. Serangan terhadap masjid yang sama Februari 2006, saat kubah emasnya hancur, memicu gelombang kekerasan sektarian yang menewaskan puluhan ribu orang. Insiden itu juga mendorong Irak ke ambang perang saudara habis-habisan. Jam malam di Bagdad sebagian besar menghentikan serangan balasan di ibukota itu tapi sejumlah masjid kaum suni dibakar atau diledakkan di daerah-daerah lain di Irak. Kendatipun mobil-mobil dan masyarakat ramai turun ke jalan-jalan pukul 05.00 waktu setempat (08.00 WIB) kemarin, penduduk mengatakan ibukota itu lebih tenang ketimbang pada hari biasa. Namun sejumlah warga takut akan terjadi serangan balasan. Menteri Pertahanan AS Robert Gates bertemu para pemimpin Irak, Sabtu lalu. Dia menyatakan Washington kecewa dengan upaya-upaya untuk rekonsiliasi faksi-faksi yang bertikai. Gates mendapat laporan dari para komandan AS mengenai peningkatan kekuatan pasukan AS yang bertujuan memberikan waktu bagi pemerintah PM Nuri al-Maliki untuk mencapai kesepakatan politik dengan kelompok Arab Suni.(ant-26) Ditangkap di Montenegro BELGRADO - Seorang jenderal kepolisian Serbia yang ditangkap dan tengah dalam perjalanan menuju mahkamah kejahatan perang di Den Haag, Belanda, kata pejabat Serbia, kemarin. Vlastimir Djordjevic didakwa melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan karena memerintahkan pembunuhan etnik Kosovo Albania pada 1998-1999. Dia ditangkap kota wisata pantai Budva di Montenegro, kata Rasim Ljajic, ketua dewan Serbia bagi kerja sama dengan Den Haag. ''Penangkapan itu merupakan hasil upaya bersama polisi Serbia, Montenegro, dan mahmakah Den Haag,'' jelas Ljajic. ''Kini, dia tengah dibawa ke Den Haag.'' Belum ada komentar resmi dari otoritas Montenegro, namun juru bicara Mahkamah Kejahatan Internasional bagi Eks Yugoslavia (ICTY) membenarkan Djordjevic telah ditangkap.(rtr-niek-26) Gelar untuk Rushdie TEHERAN - Iran, Sabtu lalu, menuduh para pemimpin Inggris mengalami ''Islamophobia'' karena menganugerahkan gelar bangsawan kepada pengarang kelahiran India, Salman Rushdie. Delapanbelas tahun lalu, dia dijatuhi fatwa mati oleh pemimpin revolusioner Iran. ''Menganugerahi gelar bangsawan kepada salah satu sosok paling dibenci di dunia Islam merupakan pertanda jelas Islamophobia di antara para petinggi Inggris,'' kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Mohammad Ali Hosseini kepada wartawan. ''Menghormati orang murtad yang dibenci pastinya akan menjadikan para negarawan Inggris berhadapan dengan masyarakat Islam dan sekali lagi melukai perasaan mereka,'' katanya mengenai penulis novel yang dianugerahi gelar bangsawan oleh Ratu Elizabeth II, Sabtu lalu. Rushdie (59) terpaksa bersembunyi selama satu dasawarsa setelah dijatuhi hukuman mati oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989. Khomeini menyatakan buku Rushdie ''The Satanic Verses (Ayat-ayat Setan)'' menghina agama Islam. Fatwa itu memicu unjuk rasa kaum muslim di seluruh dunia selain krisis diplomatik antara Iran dan Barat.(ant-26) |