logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juni 2007 SALA
Line

Warga Tasin Ingin Saksikan Tanah Longsor

KARANGANYAR- Perkembangan kurang baik terjadi di Dusun Tasin, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar. Sebab sebagian dari warga yang terancam tanah longsor, justru "menantang" ingin menyaksikan peristiwa alam itu terjadi.

Sebaliknya, mereka masih pikir-pikir jika diajak secepatnya pindah ke lokasi yang baru.

''Beberapa warga malah kembali mikir-mikir tawaran relokasi. Mereka ingin menyaksikan, longsorannya akan sejauh apa, sebesar apa dulu. Jika benar-benar mengubur seluruh dusun, baru mereka akan mempertimbangkan relokasi. Jika hanya seperti tahun lalu, mereka enggan,'' kata H Hafidzin, salah seorang warga.

Dia yang juga menjabat Ketua Badan Perwakilan Desa (Baperdes) Beruk mengatakan, sikap warga memang masih terbelah. Antara setuju relokasi dengan yang mempertimbangkan.

Yang menolak memang hampir tidak ada, karena mereka juga sadar sangat berbahaya jika tetap menetap di dusun tersebut.

''Persoalannya, mereka memang belum yakin longsor akan terjadi sangat besar. Mereka masih tetap berharap bisa menetap di dusun yang sudah dihuni sejak puluhan tahun. Selain itu, mereka juga merasa sayang karena berpikir tidak bisa lagi memiliki lahan tersebut,'' kata dia.

Meski demikian, saat ini sosialisasi dari pihak desa dan kecamatan serta Kesbanglinmas juga terus dilakukan.

Warga diimbau tetap menyiapkan diri pindah ke lokasi baru, karena situasinya akan sangat tidak menguntungkan jika tetap nekat tinggal dusun tersebut.

Kemungkinan Besar

Kepala Seksi Penanggulangan Bencana, Aji Pratama Heru mengatakan, hasil kajian dari tim ahli geologi dan juga dari Dinas Pekerjaan Umum Karanganyar, longsoran memang akan terjadi sangat besar.

Dari tanah yang saat ini merekah sepanjang lebih dari 350 meter, diprediksi semua akan longsor.

''Kecil kemungkinan longsoran akan terjadi kecil-kecilan seperti Agustus tahun 2006 lalu. Karena itu satu-satunya jalan, warga tetap harus direlokasi. Hanya untuk itu, masih harus disiapkan tanahnya, bangunannya siapa yang akan menanggung, dan sebagainya.''

Kepala Dinas PU Didik Joko Bakdono mengatakan, dari hasil penelitian tim, rekahan di permukaan itu akan terus sampai ke bawah, hingga tanah lapisan tanah liat.

Rekahan akan makin besar karena tanah liat di bawah bergerak.

Semakin tidak ada air, tanah lapisan atas semakin mawur, sehingga rekahan makin besar.

''Suatu saat jika rekahan makin dalam dan sampai di lapisan yang bergerak, akan terjadi longsor hebat. Prediksi saya, longsor akan mulai dari rekahan di atas bukit sampai tanah di bawahnya, karena longsoran akan membawa tanah di bawahnya,'' kata dia.

Memang, ada jalan lain, yakni menanami sekitar lahan yang merekah itu dengan pepohonan yang memiliki akar sampai ke bawah. Itu akan bisa merekatkan tanah sekitarnya.

Namun itu butuh waktu lama, sehingga akan kedahuluan longsor.

''Karena itu mau tidak mau, warga lebih baik direlokasi. Seberapa besar longsorannya, lebih baik tidak menantang bahaya. Persoalannya, Pemkab sedang menghitung biaya untuk relokasi, dan nanti diupayakan dana dari pusat atau Pemprov. Bupati sedang berupaya, namun menunggu usulan dari desa.'' (an-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA